pemandu

Audisi.

Harlem Shake – Pemandu + panitia LKMM TD Teknik Perkapalan ITS

Setiap hal pasti dimulai dengan perjumpaan.

Sama dengan perjalanan panjang saya sebagai seorang pemandu. Semua dimulai dari sebuah open recruitmen calon pemandu di jurusan. Sudah menjadi impian saya sejak ikut LKMM PraTD pertama kali untuk menjadi seorang pemandu. Orang yang piawai menyampaikan materi di depan umum dan mampu berbagi ilmu dengan cara yang menyenangkan. Saya masih ingat saat itu proses screening calon pemandu dibagi menjadi dua tahap. Tahap administrasi dan tahap interview. Tahap administrasi meliputi pengumpulan berkas dan pembuatan essai. Sedangkan tahap interview meliputi tahap wawancara dan simulasi.

Salah satu hal yang paling membedakan screening calon pemandu dan pelatihan-pelatihan lain adalah tahap simulasi. Disini peserta dituntut untuk bisa memainkan suatu peran yang telah dipilih sebelumnya di hadapan para penilai yang juga akan berperan sesuai skrip yang dipilih. Para penilai ini adalah pemandu-pemandu angkatan atas yang notabene adalah senior-senior di kampus. Di tahapan ini akan dilihat bagaimana kesiapan peserta dalam berperan yang mungkin jauh berbeda dari pembawaannya sehari-hari, penguasaan audience, dan kemampuan public speaking peserta.

(more…)

Belajar dari Kampus Monster

Seharian kemarin saya merasa suntuk sekali. Pikiran serasa penat dengan berbagai hal yang menumpuk dan parahnya tidak kunjung mendapatkan solusi. Bawaannya kesal terus. Semua hal saya anggap mengganggu. Agar tidak semakin suntuk, akhirnya saya memutuskan untuk menonton bioskop. Sendiri. Jam setengah 3 sore.

Mungkin terdengar sedikit memprihatinkan ya ? Nonton bioskop di jam sepi. Sendirian pula. Bukan karena saya jomblo, tapi menurut saya kadang-kadang kita perlu meluangkan waktu untuk sendiri. Bisa untuk refleksi, instrospeksi, atau evaluasi. Dan hari ini saya memutuskan mengambil jatah “Me Time” saya dengan menonton film di bioskop. Harapannya bisa bikin pikiran kembali rileks dan dapat inspirasi baru dalam menjalani hidup.

Sampai di bioskop XXI yang harga tiketnya paling murah se-Surabaya, saya memutuskan untuk menonton film Monster University. Pertimbangannya sederhana, saya ingin menonton film yang ringan, yang tidak bikin saya tambah mikir dan suntuk, tapi sarat pesan. Dan film-film keluaran Disney dan Pixar punya track record keren soal itu.

Poster Film Monster University

Monster University sendiri mengambil setting waktu sebelum Monster Inc (2001). Jika di Monster Inc diceritakan kehidupan Mike dan Sulley pada saat bekerja di Monster Inc, maka Monster University akan menceritakan kisah keduanya semasa menimba ilmu semasa mahasiswa di perguruan tinggi.

(more…)