rumah tangga

Bahagia Itu Sederhana.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana saat kau menungguku di pintu rumah tatkala pulang kerja, lalu kau menyambutku dengan senyuman hangat serta pelukan mesra. Lalu kau berikan ekspresi gembira saat aku membawakanmu jajanan yang kau suka.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana saat kau membangunkanku setiap pagi untuk segera menunaikan shalat subuh, namun sering aku susah dibangunkan karena masih ngantuk.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana saat kita belanja perabotan dan kebutuhan bulanan sambil membayangkan suasana rumah impian kita.

Bahagia itu sesederhana.

Sesederhana nasi yang baru saja kau tanak tadi pagi. Nasi pertama yang kau tanak dengan tanganmu sendiri.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana masakan nasi gila yang pagi ini kau masak. Masakan pertama yang kau masak sendiri. Dan rasanya sunguh enak sekali. (more…)

Advertisements

Akhirnya Aku Bisa Memanggilmu, Istriku.

Alhamdulillah,

Segala puji kepada Allah, Tuhan semesta alam.

Rasanya tak ada kalimat yang pantas diucapkan selain kalimat mulia itu.

Hari ini rasanya seperti mimpi.

Hati ini sungguh masih merasa tak bisa percaya hari ini bisa terjadi.

Perjuangan bertahun-tahun untuk bisa mewujudkan impian membangun bahtera rumah tangga.

Kepastian hubungan yang sempat seringkali tak tentu bagaimana jadinya.

Semangat yang patah yang berkali-kali datang. (more…)

Bersamamu…

Bersamamu, bahagia terasa sederhana..

Sesederhana setiap momen yang kita jalani berdua..

Sesederhana aku datang ke rumahmu membawakan nasi krawu kesukaanmu, lalu kau menyambutku dengan gembira, kau memberikannya untuk papa mama di rumah, dan kita makan berdua dengan hati riang di ruang tamu..

Sesederhana saat kau datang ke rumahku dengan membawakan milkshake coklat kesukaanku yang kau buat sendiri yang tak ku sangka-sangka sebelumnya..

Sesederhana saat kita bermain bertiga dengan Icam di ruang tamu, bermain menyusun kata di balok permainan, lalu Icam bisa menebak kata yang disusun dengan tepat, dan kita berdua tepuk tangan dengan keras memberikan penghargaan pada keponakan kecil kita, disambut tawa gembira dirinya, menunjukkan gigi-giginya yang ompong..

Sesederhana perjalanan Surabaya Sidoarjo yang secara jarak sebenarnya tidak terlalu jauh, namun ditempuh dengan penuh perjuangan karena jam-jam macet orang pulang kerja, lalu kita akhirnya menemukan rumah yang kita cari, lalu disambut keramahan si pemilik rumah..

Sesederhana perasaan bahagia bisa makan sego sambel mak yeye yang kita makan tanpa rencana sebelumnya, meskipun harus berjuang mengantri hampir 1 jam lamanya karena piring atau ikan pe atau telor atau tempe yang habis, berteriak-teriak dengan pembeli yang lain, hingga membuat mbak penjualnya kesal…

Sesederhana itu..

Sayang, aku mencintaimu kesederhanaanmu..

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana,

Namun dengan makna yang luar biasa..

Semoga kita bisa terus bersama dalam bahtera sederhana…

Amiin….