satisfaction

#ULTIMATEU : Being Professional = Being Personally Responsible

diambil dari http://www.kompaskarier.com/tips/rpassion/328/Being-Professional-Being-Personally-Responsible

Apa baju kerja yang lazim anda pakai setiap hari kerja? Mungkin hem berwarna putih atau warna-warna pastel lengkap dengan dasi dan jas? Atau mungkin juga seragam yang diberikan perusahaan? Atau bisa juga batik? Pernah ada masanya saya juga harus mengenakan pakaian kebesaran para penghuni segitiga emas Jakarta – maksudnya bukan pakaian yang terlalu besar lho, tapi celana panjang bahan, hem putih atau biru, dasi dan jas. Saya tidak terlalu bersahabat dengan dasi karena selalu sesak setiap kali harus mengancingkan baju hingga pangkal leher. Syukurlah, baju kerja saya sekarang adalah hem kotak-kotak lengan panjang yang digulung 1/3, celana jeans hitam atau biru dan sneakers berwarna cerah. Terkadang saya juga pakai batik lengan pendek buatan @TikShirt dari sahabat saya @iwetramadhan. Pilihan go-casual ini sejalan dengan aktivitas yang saya tekuni sejak beberapa tahun terakhir. Saya banyak berkeliling kota dan Indonesia, sebagian besar berinteraksi dengan orang-orang muda dan jika harus berkantor juga di coworking space @CommaID yang berisikan teman-teman dari berbagai startup dan organisasi. Pertimbangan utama pakaian kerja tentu harusnya mandi pakai – pertimbangan lain tentu harus tampak mencerminkan value yang saya yakini dan… tampak keren! (more…)

#ULTIMATEU : People Join because of the WHY Stay/Quit because of the WHO & the WHAT

Jika anda punya usaha sendiri, atau punya anak buah, atau bekerja di bagian rekrutmen pasti merasakan susahnya mencari tenaga kerja belakangan ini. Jangankan tenaga kerja profesional kelas kantoran, kalau dengar cerita istri saya @yamunaa kesulitan yang sama juga dirasakan oleh banyak ibu-ibu saat mencari si mbak untuk membantu pekerjaan rumah tangga atau menjaga si kecil. Bener nggak? Cerita si mbok yang sudah bekerja puluhan tahun dengan eyang atau cerita-cerita serupa dalam organisasi akan semakin jarang terdengar. Kalau dipikir apakah tenaga kerja semakin picky alias pemilih? Atau mungkin juga karena sekarang pilihan jauh lebih banyak dibandingkan 10 atau bahkan 20 tahun lalu?

(more…)

Engangement.

Postingan ini sengaja dibuat karena saya rasa pas dengan apa yang sedang saya alami bagi seorang anak muda yang sedang membangun karir. Selain itu tulisan ini dirasa juga sesuai untuk para mahasiswa, baik yang sudah berada di tahun terakhir perkuliahan yang akan segera membangun karir, maupun para mahasiswa yang sedang mengemban amanah di organisasi-nya masing-masing, yang tentunya perlu tahu bagaimana cara membantu para staf dan anggotanya untuk menjadi individu yang lebih baik yang sekaligus selaras dengan perkembangan organisasi.

How to Build Job Engangement in your Workplace ?

Keluh kesah mengenai karyawan keluar masuk, karyawan yang terasa begitu tidak loyal, atau banyaknya karyawan yang tidak bersemangat di tempat kerja begitu sering kita dengar. Zaman memang jelas sudah berubah, Tidak seperti dulu, orang tidak lagi bercita-cita untuk setia sampai mati pada organisasi. Beberapa karyawan, saat digali mengapa memutuskan hengkang dari organisasi, mengatakan bahwa mereka bosan dengan pekerjaannya dan tidak tahan bekerja tanpa adanya inspirasi baru. Bagi karyawan muda yang kita sebut “Gen Y” atau “milenials”, banyak kita dengar bagaimana seolah mereka tidak berpikir panjang saat memutuskan keluar dari perusahaan karena alasan sepele seperti tidak sreg dengan pekerjaan yang tidak seperti yang ia harapkan. Kita memang tahu bahwa engangement adalah kunci untuk menghadapi situasi ini. Namun ketika kita dihadapkan pada isu tidak adanya engangement, kita juga seringkali tidak tahu harus memulainya dari mana.

(more…)