Month: July 2011

Menilik Kembali Esensi Hari Anak Nasional

Bismilahirrahmanirrahim,

Tulisan in dibuat untuk memperingati peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh tanggal 23 Juli lalu.

“Susan, Susan, Susan, besok gede mau jadi apa? Aku pengen pinter biar jadi dokter”. Familiar dengan kata-kata tersebut ? Bagi Anda yang terlahir atau besar pada era tahun 90-an pasti tidak akan asing lagi dengan lirik lagu yang satu ini.

Ya, lagu yang dinyanyikan oleh Ria Enes dan ‘anak’nya Susan ini seakan menjadi lagu wajib bagi anak-anak pada saat itu.  Tidak hanya Ria Enes dan Susan, era tahun 90-an tercatat juga melahirkan banyak artis cilik yang cukup terkenal, seperti Joshua, Trio Kwek-Kwek, Maissy, Sherina, dan Tasya. Mendapatkan tontonan anak pun tidak sulit. Setiap stasiun televisi punya acara unggulannya sendiri. Biasanya acara-acara ini ditayangkan setiap sore hari. Mulai dari acara musik anak-anak, melukis dan mewarnai, hingga pentas boneka seperti serial Si Unyil yang kondang sejak tahun 80-an.

Banyak yang bilang masa kanak-kanak adalah masa yang indah. Agaknya memang demikian adanya. Setidaknya itu yang dirasakan anak-anak jaman tersebut. Namun coba kita bandingkan dengan keadaan  sekarang. Apakah masa kanak-kanak masih seindah dulu ? Apakah masa kanak-kanak masih se’kanak-kanak’ dulu ?

Hilangnya ruang anak untuk berkreasi sebenarnya sudah mulai terlihat pasca periode awal millennium. Era tahun 2000-an merupakan fase awal dimulainya ‘tragedi’ ini dimana saat itu adalah saat-saat terakhir anak-anak masih dapat menikmati masa kanak-kanaknya dengan ditemani  hiburan yang memang sesuai dengan mereka. Pertengahan tahun 2002 nyaris sudah jarang stasiun televisi yang menayangkan acara anak-anak, tergantikan oleh maraknya sinetron yang menjadi ‘primadona’ di kalangan masyarakat. Penyanyi-penyanyi cilik yang dulu wara-wiri di layar kaca setiap sore dan Minggu pagi satu persatu makin menghilang. Hilang, tanpa ada yang menggantikan karena makin minimnya wadah untuk berkreasi. Kalaupun ada kebanyakan dari mereka hanya sekedar numpang lewat, tanpa mampu bertahan.

Globalisasi agaknya juga berperan penting akan proses terciptanya kondisi semacam ini. Derasnya keterbukaan informasi dan pengaruh asing secara tidak langsung membuat anak-anak menjadi tidak se’kanak-kanak’ dulu atau yang sering dikeluhkan orangtua sebagai penyakit ‘cepat dewasa’. Contoh konkritnya, handphone. Ingatkah kapan pertama kali Anda memegang handphone ? Coba bandingkan dengan sekarang. Tidak jarang kita menemukan anak-anak yang masih duduk di bangku SD ‘bercengkerama’ dengan handphone di tangannya. Teknologi pun seakan-akan telah menjadi ‘mainan’ baru bagi anak-anak. Sangat jarang menemukan anak-anak bermain permainan tradisional semacam petak umpet dan gobak sodor di jaman sekarang. Kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu dengan berlama-lama berhadapan dengan layar komputer atau asyik bermain dengan gadget-gadget game di tangannya.

Terlalu naif jika permasalahan ini dikatakan sebagai tanggung jawab pemerintah semata. Semua lapisan masyarakat tentunya memiliki perannya masing-masing untuk menanggulanginya. Pemerintah sebagai pembuat regulasi diharapkan terus menggencarkan  kampanye peningkatan perhatian kepada anak-anak Indonesia. Baik dari segi peningkatan kesejahteraan, kesehatan, maupun pengembangan karakter anak sejak usia dini. Orangtua sebagai garda terdekat dari tumbuhkembang seorang anak juga diharapkan benar-benar mampu memberikan pendidikan pertumbuhan anak secara tepat dan mengawasi sang buah hati dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar yang kerap muncul.

Anak-anak Indonesia adalah tunas muda bangsa yang selayaknya mendapat pendidikan dan perhatian yang layak. Sudah menjadi tanggung jawab setiap elemen masyarakat untuk turut serta berpartisipasi aktif di dalamnya. Semoga Hari Anak Nasional 23 Juli benar-benar menjadi momen yang layak diperingati anak-anak Indonesia serta dapat dinikmati oleh ‘anak-anak’ yang sebenarnya.

Selamat Hari Anak Nasional !

Galau part 1 : Rocketeer, Dunia Baru dan Someone Special

Here we go..

Come with me..

There’s a world out there

And we should see…

Take my hand..

Close your eyes..

When you’re right here

I’m a rocketeer..

Yup, sepenggal lirik lagu berjudul Rocketeer dari Far East Movement sukses membuatku berpikir sejenak malem hari ini.

Sebenarnya lagu ini lagu lama, kalo ga salah sih sekitar tahun 2010. Cuman beberapa waktu ini berhubung aku lagi suk download videonya Gamaliel & Audrey Tapiheru di Youtube, akhirnya nemu deh sama lagu yang satu ini.

Video Rocketeer – Gamaliel & Audrey

Pertamanya nemu ni video sih, masih belum tau lagunya kayak gimana. Taunya Cuma Like a G6.  Terus abis didengerin jadi penasaran sama versi aslinya. Dan jadilah aku nge-streaming videonya di Youtube.

Far East Movement 1st album : Free Wired

Video Rocketeer – Far East Movement

Aslinya ya, lagu ini biasa aja menurutku. Liriknya juga ga ada yang dalem banget ato gimana gitu. Tapi entah kenapa aku suka banget waktu Ryan Tedder uda nyanyiin bagian reff nya, lirik yang aku tulis di awal tulisan ini. Buatku, reff ini benar-benar ngegambarin seseorang yang pengen ngajak orang yang dia sayangi buat liat suatu tempat yang indah, romantis, keren. Jadi keinget lagi  targetku sebelum lulus dan mimpiku yang ke-24 buat dapet beasiswa S2 di luar negeri. And I wanna show that whole new world for my someone special… 🙂

Taiwan…

Taipei 101

Japan…

Gunung Fuji

Netherland…

Netherland Windmill and Tulips

London..

Big Ben Tower London

and of course Paris.. 😀

Eiffel Tower, Paris

Buat seseorang.. dimanapun engkau berada.. lirik ini untukmu.. 😀

Here we go..

Come with me..

There’s a world out there

And we should see…

Take my hand..

Close your eyes..

When you’re right here

I’m a rocketeer..

Ditulis di Surabaya, 15 Juli 2011-07-16

Di tengah rasa capek, galau, lapar, males, ngantuk

-MDP 08109-

P5JB (Pengalaman Pertama Pada PT Pembangkitan Jawa Bali) –“

Okee.. Balik lagi bareng gue Diaz Permana di Permana FM 109,8 radionya anak-anak gehol Surabaya dan sekitarnya.. Masih tetap stay tune ya para pembaca sekalian di postingan-postingan gue ya.. yang dijamin bikin wawasan elo elo pada tambah gede..

Nah, kali ini gue bakal nyeritain pengalaman gue waktu kerja praktek hari pertama di PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) Ketintang Surabaya. Oke, disimak baik-baik ya.. Semoga bikin elo-elo pade tambah pinter sakmarine moco.. *loh* 😀

tempat kerja ane gan 😀

Okay, here goes ..
Bismillahirrahmanirrahim,
Pagi yang cukup mendung tanggal 11 Juli mengawali langkah saya untuk memulai kerja praktek hari pertama di PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) Ketintang Surabaya, perusahaan tempat saya akan magang. Okay, i have to be honest, sebenarnya ketika aku akan berangkat KP aku masih belum dapat kepastian apakah aku akan diterima kerja praktek disana ato engga. That’s true!

Jadi gini ceritanya, sampai hari Jum’at, 8 Juli kemarin saya sama Faishal Mufied Al-Anshary, partner KP saya, masih belum dapet kejelasan dari pihak sana apakah proposal KP kami diterima ato engga. Nah, ternyata setelah ditelusuri ternyata surat KP kami ternyata ketelisut *bahasa Indonesianya apa ya ? auk ah –“* di pembimbing kami dari PJB yang kebetulan masih berada di luar kota untuk pendidikan. Alhasil, saran pihak PJB adalah kami diminta untuk hadir hari Senin -karena pembimbing kami sudah datang- dengan memakai pakaian office look langsung agar jika diminta langsung kerja langsung siap. Berbekal info tersebut akhirnya berangkatlah kami hanya berbekal doa menuju kantor.

Tips #1 buat kamu yang mau KP di PJB adalah perhatikan betul jam kerja kantor. Setiap mahasiswa yang KP di PJB harus mengikuti segala peraturan kantor, termasuk jam masuk dan jam pulang. Jam masuk PJB dimulai pada pukul 07.30 WIB *TIDAKKKK!!!* dan berakhir pada pukul 16.00 WIB. Mendapat berkah –dan bencana- seperti itu, bagi kamu-kamu yang punya penyakit akut selama kuliah yaitu tidak bisa bangun pagi harus mulai atur strategi dari sini. PJB terletak di daerah perkantoran sehingga rawan macet di pagi dan sore hari. Saran dari saya adalah pastikan Anda bangun minimal jam setengah 6 untuk bersiap-siap. Yang punya kebiasaan baik Shalat Subuh tepat waktu usahakan jangan tidur lagi setelah itu. Untuk masalah sarapan, jangan khawatir. Di sekitar PJB banyak warung-warung nasi yang berserakan, so bagi elo-elo yang ga sempet sarapan di rumah, bisa sarapan di deket PJB.

Saya berangkat dari rumah pukul 07.15, sebuah keputusan yang buruk di awal hari kerja. Dan ternyata benar, jalan menuju PJB macet di pagi hari. Meskipun saya sudah coba mengakali dengan melalui jalur Prapen namun tetap saja tak banyak membantu.

Akhirnya pukul 07.52 saya sampai di PJB. Setelah menukar KTM dengan tanda pengenal saya langsung menuju lantai 4, tempat divisi pelatihan dan pengembangan SDM, untuk menyusul rekan saya, Faishal, yang sudah ada disana untuk menemui Bapak Arif Hermawan, pembimbing kami.

Sesampainya di lantai 4, kami menunggu beberapa saat hingga kemudian Pak Arif datang menemui kami. Setelah memeriksa surat pengajuan KP, kami dibawa ke lantai 5 untuk bertemu dengan Pak Sugianto, senior manajer Perencanaan dan Pengendalian Operasi dan Pemeliharaan, divisi dimana kami ditempatkan.

Sampai di ruangan Pak Sugianto, ngobrol panjang lebar atas bawah volume tinggi, akhirnya Pak Sugianto memutuskan bahwa proposal kami diterima dan kami langsung dipekerjakan mulai hari ini juga.

Alhamdulillahh.. Sujud syukur… Setelah itu kami ditunjukkan tempat duduk dan diperkenalkan kepada orang-orang yang ada di sekitar area tempat kerja kami. Lalu kemudian kami menuju ke lantai 3 ke bagian IT untuk dibuatkan akun untuk mengakses internet PJB.

Oke, setelah kami mendapatkan akun internet PJB kami langsung mengerjakan tugas pertama kami dari Pak Sugianto yaitu mengakses http://www.ptpjb.com dan http://www.pln.co.id untuk lebih mengetahui segala hal tentang perusahaan dan siangnya akan diajak diskusi dengan Pak Sugianto untuk membahas project apa yang akan kami kerjakan nantinya. Dan mulailah kami membaca dengan detail kedua situs tersebut,, dengan diselingi browsing dan Facebook-an tentunya… Hohohoho

Ada satu lagi hal menarik dari perusahaan ini. Menjelang dzuhur, speaker yang ada di tiap lantai membunyikan suara adzan, pertanda waktu shalat dzuhur sudah tiba. Wow, saya cukup terkejut ternyata perusahaan sebesar ini juga mempertimbangkan aspek spiritual yang cukup dalam. Belum cukup sampai disana, setelah adzan selesai dikumandangkan, terdengar pesan-pesan yang mengajak para karyawan untuk segera melakukan shalat berjamaah di musholla kantor.. “Bapak-bapak dan Ibu-bu, bekerja merupakan salah satu cara beribadah kepada Allah SWT, Bapak dan Ibu pasti telah bekerja dengan keras hari ini, namun alangkah lebih baiknya jika hal ini disempurnakan dengan sejenak mengambil air wudhu dan melangkah untuk shalat berjamaah di musholla” *Salut banget gan*

Setelah adzan dikumandangkan, para karyawan segera mengajak kami untuk bergegas menuju musholla untuk shalat berjamaah. Sungguh pemandangan yang menyejukkan melihat para pegawai PJB dari mulai jajaran direksi hingga pegawai biasa bersama-sama berbondong-bondong menuju musholla. Setelah shalat berjamaah kami segera menuju kantin untuk santap siang.

Mencari kantin PJB tidak sulit, ada di bagian belakang perusahaan di dekat parkiran mobil dan motor karyawan. Di dalamnya, kamu bisa langsung milih menu makanan yang pas buat kamu. Dan satu hal yang penting lagi disini kamu ga bakal pusing mikirin budget buat makan siang karena semua mahasiswa yang KP disini punya fasilitas untuk bisa makan siang gratis karena pake kupon gratis.. *ASEKKKKK, Masa depan terjamin !!!* Disini juga kamu bakal sering ketemu sama mahasiswa-mahasiswa lain yang lagi KP di PJB khususnya anak ITS. Tips #2, buat kamu yang KP di PJB yang pengen nyari anak ITS disana, gampang banget caranya. Cari aja anak-anak yang gerombol sendiri, mukanya agak kusam-kusam gimana gitu, terus pake jaket himpunan, jas almamater, atau atribut apapun yang ada ITS nya . *It Works, mamen !!*

Setelah makan, kita langsung menuju ke ruangan Pak Sugianto buat diskusi tentang kerjaan kita selama KP. Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya kita masuk ke ruangan Pak Sugianto. Disana Pak Sugianto meminta kita untuk membuat sebuah aplikasi database berbasis web yang berisi tentang histori data pemeliharaan pembangkit PT PJB, karena selama ini pengelolaan data yang ada di PT PJB masih berbasis Excel. Yup, that’s what we will do in the next few weeks, folks 😀. Untuk membuat projek ini kita bakal dibantu sama Mas Habib, pembimbing kita di projek ini.

Oke, setelah ketemu sama Pak Sugianto, saya sama Faishal langsung berdiskusi mengenai bagaimana kira-kira gambaran aplikasi yang akan kami buat. Dibantu dengan Mas Habib, setidaknya kini kami uda punya sedikit gambaran mengenai projek yang akan kami buat. Tidak lama setelahnya, waktupun sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB tanda jam kantor telah usai. Dan sekian dulu kayaknya pengalaman KP kita hari pertama di PJB.

Intinya, ada beberapa tips n trick buat kamu yang pengen KP di PJB antara lain :
1. Perhatikan betul jam masuk kantor, bangun minimal satu setengah jam sebelum masuk agar bisa berangkat lebih pagi, karena daerah PJB adalah daerah rawan macet
2. Bersikaplah sopan dan sapa setiap orang di dalam perusahaan. Ingat, first impression is everything guys. :))
3. Pelajari budaya perusahaan yang ada dan mulailah terapkan dalam pekerjaan Anda sehari-hari
4. Kerjakan apa yang diinstruksikan sebaik-baiknya dan jangan pernah malu untuk bertanya kepada orang di sekitar
5. JANGAN pernah malu untuk memulai pembicaraan 
6. Berikan kesan dan first impression yang baik kepada semua orang, inget mamen, kita bawa nama baik almamater disini so jangan malu-maluin nama ITS ya :DD

Kayaknya sekian dulu ya sharing pengalaman ane di hari pertama KP di PJB. Insya Allah bakal ane salam di postingan-postingan selanjutnya.
Regards,
Mohamad Diaz Permana
5208 100 109