cerita

Sebuah Cerita Pengantar Tidur

Anak-anak itu benar-benar menjadi obat dari keletihan dunia,

Senyumnya, tawanya, riang gembiranya, adalah penggugur segala penat yang ada.

Saya punya keponakan, perempuan, usianya sekarang 4 tahun. Badannya gendut, rambutnya keriting kriwil, giginya masih banyak yang tumbuh. Lucu sekali. Suatu hari saya main ke rumahnya. Waktu itu sudah agak malam jadi saya pikir dia sudah tidur. Saat masuk dan saya menunggu di ruang tamu, ternyata dia keluar sambil ngucek-ngucek mata tanda sudah mengantuk. “Kamu kok belum tidur?” tanyaku. “Belum, kamu kok belum tidur, Om?” balasnya dengan polos sambil berjalan menuju ke arah saya.

Singkat cerita, kami bermain di ruang tamu. Sambil main, saya lihat dia sudah tak dapat menahan kantuk. Bolak balik dia telentang, tidur di lantai, sampai akhirnya saya minta dia pindah tidur di sofa. Akhirnya tantenya minta saya menggendongnya ke lantai atas ke kamar tantenya karena dia biasa tidur disana. Sampai di kamar, dia bilang “Om, bacain aku Kirana poo.” Di kamar tantenya memang ada buku Happy Little Soul, buku tentang Kirana dan yang biasa dibacakan padanya sebelum tidur oleh tantenya. (more…)

Pulau yang Sama, Rasa yang Berbeda

Perjalanan ke pulau ini seharusnya menggembirakan. Kembali mengunjungi tempat aku besar, tempat aku bertemu banyak wajah, menjalin persahabatan, mengukir segala kisah indah. Membawa kembali memori manis yang sempat kuukir selama beberapa tahun disini. Jujur, saat aku tahu bahwa aku akan kembali kesini aku membayangkan bisa bertemu wajah-wajah lama, wajah teman-teman yang sudah lama tak bersua. Rasanya senang sekali.

Namun entah kenapa saat aku kembali ke tempat ini, ada perasaan yang berbeda. Tempat ini memang sudah jauh berubah. Sudah lebih maju, lebih berkembang dimana-mana. Namun bukan itu maksudku.  Yang aku maksud adalah mereka, teman-temanku. Tidak lagi kutemukan sambutan hangat yang dulu pernah aku terima, . Tidak lagi aku dengar antusiasme dan semangat mereka mendengar aku kembali. Wajah-wajah ramah, teman-teman yang dulu selalu ada kini tak lagi ada. Pulau ini serasa asing. Aku bahkan seperti tak mengenalinya lagi.

(more…)

Selamat Ulang Tahun, Grandys Frieska Prassida

Selamat pagi Ndys,

Apa kabar ? Mungkin saat aku nulis tulisan ini kamu sedang tertidur lelap, Hehe. Maklum, biasanya jam-jam pagi buta kayak gini otak lebih lancar buat diajak mikir bikin tulisan. Semoga isi tulisan ini ga mengecewakan ya. ? J

Sebenarnya tulisan ini uda aku buat sebagai bentuk penyemangat saat kamu akan sidang akhir thesis beberapa waktu lalu, tapi karena momen nya pas ulangtahunmu gapapa lah diremind kembali. Hehe. Di tulisan ini ijinkan aku untuk sedikit memutar kembali cerita yang sudah terjalin, harapannya kita bisa saling mengingat perjalanan yang sudah kita lalui, dan bersyukur kepada Illahi atas besarnya nikmat silaturahim yang Dia berikan hingga saat ini.

Agak unik juga sebenernya awal cerita gimana kita bisa kayak sekarang. Pertama kali bertemu saat MANAGE, lalu kemudian satu kelas saat semester satu, sejujurnya aku tidak terlalu bisa memahamimu lebih dalam karena dulu kamu begitu pendiam dan tertutup. Bahkan pernah suatu kali, kita sedang ngobrol lalu aku membuat sebuah guyonan namun hanya kamu tanggapi dengan senyum diam. Membuatku mati gaya. Hahaha.

Kita pertama kali bekerja sama secara langsung saat kepanitiaan SI GAMES 2009 dimana aku dipercaya sebagai ketua panitia dan kamu sebagai bendaharanya. Dari sana aku mulai paham lebih dalam tentangmu, aku jadi tau kamu adalah seseorang yang sudah punya pengalaman organisasi yang cukup banyak sebelumnya. Terlihat dari bagaimana kemampuanmu dalam mengatur acara. Aku juga jadi tau bagaimana kamu adalah seorang yang sangat amanah dan bertanggung jawab dalam memegang suatu kepercayaan. Membuatku yakin bahwa kamu adalah seseorang yang akan membawa kontribusi positif di KMSI nantinya. (more…)