inspirasi

Bebas, tapi Tegas.

Kali ini saya akan cerita tentang keponakan saya lagi.

Minggu lalu adalah minggu pertama tahun ajaran baru untuk sebagian besar sekolah. Para orangtua sibuk mengantarkan anak-anaknya menjalani hari pertama . Tak sedikit yang mengajak sang anak ke sekolah dari dini hari buta agar dapat tempat duduk idaman. Semua bersemangat mengantarkan sang buah hati masuk sekolah. Tak terkecuali bagi keponakan saya yang minggu lalu resmi menjalani hari pertamanya sebagai siswa Taman Kanak-Kanak.

Ia akan bersekolah di salah satu TK di dekat rumah. Selama ini, ia biasanya banyak menghabiskan waktu di rumah, bermain bersama keluarga. Karena kedua orangtua nya sama-sama bekerja, selama di rumah biasanya ia ditemani oleh tante atau neneknya. Namun kali ini agak berbeda, mengingat tantenya sudah bekerja dan neneknya yang baru pulang sore, akhirnnya disepakati setelah pulang sekolah ia akan dititpkan sementara ke baby care di TK tersebut sampai sore, sampai ada orang rumah yang pulang. (more…)

Advertisements

Waktu.

Seorang raja dipusingkan oleh ulah putra mahkotanya yang badung. Putranya itu lebih suka berfoya-foya, menghambur-hamburkan uang harta kerajaan. Padahal, sang putra adalah harapan sang raja untuk memangku tahta sepeninggalnya. Berbagai cara sudah dilakukan untuk menasihatinya. Bahkan para guru kerajaan sudah dikerahkan, tapi tak mempan. Akhirnya seorang penasihat kerajaan mengusulkan suatu skenario untuk menginsafkan sang putra mahkota. Ketika raja mandi, sengaja pakaian kebesaran kerajaan digantungkan di lorong tempat si putra mahkota sering lewat. Saat melintasi lorong itu, si putra mahkota terpana melihat indahnya pakaian kebesaran itu. Jiwa mudanya tergoda untuk mencoba pakaian itu. Saat pakaian itu sudah dikenakan, muncullah para prajurit kerajaan memergokinya. Putra mahkota pun diseret menghadap raja. Memakai pakaian raja adalah pelanggaran berat, dianggap usaha makar atau kudeta. Sebagai hukumannya, putra mahkota dijatuhi eksekusi mati.

“Sebelum kamu dieksekusi, aku beri kesempatan satu minggu agar kamu bisa menikmati semua kenikmatan dunia !” kata sang raja. Selama seminggu sang putra mahkota diberi semua kebebasan untuk berfoya-foya sesuka hati, menikmati makanan dan pakaian serta fasilitas kerajaan apa saja yang dia sukai. (more…)

Anies Baswedan

Tulisan ini disalin dari http://relawan.turuntangan.org/author/pandji-pragiwaksono/  dan juga dapat dibaca di http://pandji.com/anies-baswedan/

Anies-Baswedan-Light-Up-Candles-700x357Pertama kali saya mendengar nama beliau adalah ketika beliau ada di dalam Tim 8. Tim independen yang dibentuk untuk jadi Tim Verifikasi Fakta dan Hukum dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif yaitu Pak Bibit dan Pak Chandra. Tim 8 ini lahir setelah ada gerakan 1 juta facebookers dukung Bibit-Chandra. Waktu dengar namanya, saya mikir

“Ini siapa ya.. kok bisa masuk tim 8?”

Saya kemudian mendengar namanya ketika beliau jadi inisiator “Indonesia Mengajar”. Sebuah inisiatif luar biasa yang saya pribadi kagumi karena mampu membuat lulusan terbaik Indonesia mengabdikan diri untuk 1 tahun penuh mengajar di daerah terpelosok dan terpencil di Indonesia.  (more…)