bahagia

Bahagia Itu Sederhana.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana saat kau menungguku di pintu rumah tatkala pulang kerja, lalu kau menyambutku dengan senyuman hangat serta pelukan mesra. Lalu kau berikan ekspresi gembira saat aku membawakanmu jajanan yang kau suka.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana saat kau membangunkanku setiap pagi untuk segera menunaikan shalat subuh, namun sering aku susah dibangunkan karena masih ngantuk.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana saat kita belanja perabotan dan kebutuhan bulanan sambil membayangkan suasana rumah impian kita.

Bahagia itu sesederhana.

Sesederhana nasi yang baru saja kau tanak tadi pagi. Nasi pertama yang kau tanak dengan tanganmu sendiri.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana masakan nasi gila yang pagi ini kau masak. Masakan pertama yang kau masak sendiri. Dan rasanya sunguh enak sekali. (more…)

Advertisements

Akhirnya Aku Bisa Memanggilmu, Istriku.

Alhamdulillah,

Segala puji kepada Allah, Tuhan semesta alam.

Rasanya tak ada kalimat yang pantas diucapkan selain kalimat mulia itu.

Hari ini rasanya seperti mimpi.

Hati ini sungguh masih merasa tak bisa percaya hari ini bisa terjadi.

Perjuangan bertahun-tahun untuk bisa mewujudkan impian membangun bahtera rumah tangga.

Kepastian hubungan yang sempat seringkali tak tentu bagaimana jadinya.

Semangat yang patah yang berkali-kali datang. (more…)

Seandainya Kita Selalu Satu

Sejak pertama kali mendengar lagu “Seandainya Selalu Satu” yang biasanya dibawakan teman-teman Paduan Suara Mahasiswa ITS, lagu ini selalu menjadi theme song tak resmi yang selalu berputar di kepala setiap kali menghadiri perayaan wisuda.

Lagu ini benar-benar pas menggambarkan bagaimana perasaan setiap wisudawan saat diwisuda. Lirik lagunya, melodinya, vokal penyanyinya, benar-benar menggambarkan perasaan yang berkecamuk di hati setiap wisudawan. Wisuda memang pada akhirnya menjadi sebuah dilema, senang telah menuntaskan perjuangan selama kuliah, bahagia bisa membanggakan orang-orang tercinta, namun sedih karena harus berpisah dengan rekan-rekan seperjuangan yang sudah dianggap layaknya keluarga kedua, meninggalkan momen-momen manis selama di kampus untuk memasuki fase kehidupan baru.

Kisah kita ini
bukan kehendakku
juga bukan kehendakmu
tapi kehendak Nya

Kutahu tak mungkin terjadi
bagai asa yang tak bertepi

Ya, jalinan kisah ini, kisah yang sudah terlanjur tergores manis ini, memang tidak pernah jadi keinginanku, begitu pula keinginanmu, tapi sejak awal ini memang menjadi kehendakNya.. Ia yang mempertemukan, ia pula yang pada akhirnya memisahkan.

Jujur, ingin rasanya untuk terus seperti ini, terus bersama-sama seperti ini. Berbagi tawa, canda, dan duka bersama. Saling menguatkan, saling merangkul sampai nanti. Tak perlu ada perpisahan. Hanya ada kebahagiaan. (more…)