harapan

Refleksi Akhir Tahun (Hijriah)

Baik, hari ini saya akan sedikit berbagi tentang refleksi selama setahun ini.

Baru tanggal 20 September kok uda bikin refleksi akhir tahun?

Iya, karena ini refleksi akhir tahun hijriah. InsyaAllah besok, tanggal 21 September, akan bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1439 H. Hari pertama di tahun baru 1439 H.

Sesuai dengan judulnya, konteks refleksi yang akan dibahas dalam tulisan kali ini akan lebih menyoroti dari sisi keislaman, spiritual, akidah, ibadah, dan iman. Jadi kalau refleksi soal keduniawian, kita akan bahas InsyaAllah di refleksi akhir tahun masehi di tanggal 31 Desember. Hehe. (more…)

Advertisements

3 November 2014

3 November 2014

Tepat 5 bulan yang lalu, Engkau pergi meninggalkan kami semua..

5 bulan yang berat..

Bukan hanya berat dijalani, namun juga berat berdamai dengannya..

Jujur Pa, hingga saat ini aku masih suka bersedih atas kepergianmu.. Bukan karena aku tak rela kau pergi, tapi karena penyesalanku yang begitu besar tak mampu menggunakan waktu bersamamu untuk membuatmu bahagia..

Surat ini kutulis bukan dalam rangka menangisi kepergianmu, namun ijinkan surat ini mewakili perasaanku dan segenap kerinduanku padamu..

Pa, kalau kau ada di depanku saat ini.. Ijinkan aku menangis di pangkuanmu.. Memohon maaf.. atas semua kesalahanku padamu selama ini..

Maafkan aku Pa.. hingga akhir hayatmu, aku tidak bisa menjadi anak yang berbakti padamu.. Yang bermuka manis menyambutmu pulang… Yang menanyakan apakah kau sudah makan atau belum saat malam.. Yang menjawab pertanyaan-pertanyaanmu dengan ucapan lemah lembut.. Maafkan aku yang belum sempat membuatmu tersenyum bangga melihat kesuksesan anakmu.. Maafkan aku Pa.. (more…)

[Repost] Bagaimana Kacaunya Hidup Saya Setelah Keluar dari Perusahaan Bergengsi dan Memilih Mendirikan Startup

Tulisan ini disalin dari https://id.berita.yahoo.com/bagaimana-kacaunya-hidup-saya-setelah-keluar-dari-perusahaan-112132079.html tanpa disadur kembali.

SMS masuk:

“Besok jam 5 pagi, penerbangan nomor AZ610 dari Roma ke New York.”

Sebuah SMS yang masuk di BlackBerry saya pada hari Minggu sore dulu selalu menjadi rutinitas yang menentukan di mana tujuan dan siapa klien saya untuk minggu mendatang.

Saya dulu bekerja di salah satu dari tiga perusahaan konsultasi strategi bisnis terbesar di dunia. Sebuah kehidupan di dalam sebuah koper. Sebuah kehidupan konsultasi dimana Anda ketinggalan update tentang segala sesuatu dan semua orang dalam hidup Anda, kecuali spreadsheet Excel. Sebuah pekerjaan impian yang, menurut sekolah-sekolah bisnis ternama, ideal.

Setelah beberapa jam tidur, supir pribadi membawa saya ke bandara Roma Fuimicino dimana saya akan melakukan perjalanan ke New York dengan penerbangan kelas bisnis yang mewah. Setelah tiba, saya akan check-in ke sebuah hotel bintang lima mewah dan menuju ke kantor klien saya setelah itu.

Gaji? Luar biasa. Perusahaan tempat saya bekerja merasa bangga telah menjadi salah satu perusahaan bergaji tinggi di ranah konsultasi bisnis. (more…)