harapan

3 November 2014

3 November 2014

Tepat 5 bulan yang lalu, Engkau pergi meninggalkan kami semua..

5 bulan yang berat..

Bukan hanya berat dijalani, namun juga berat berdamai dengannya..

Jujur Pa, hingga saat ini aku masih suka bersedih atas kepergianmu.. Bukan karena aku tak rela kau pergi, tapi karena penyesalanku yang begitu besar tak mampu menggunakan waktu bersamamu untuk membuatmu bahagia..

Surat ini kutulis bukan dalam rangka menangisi kepergianmu, namun ijinkan surat ini mewakili perasaanku dan segenap kerinduanku padamu..

Pa, kalau kau ada di depanku saat ini.. Ijinkan aku menangis di pangkuanmu.. Memohon maaf.. atas semua kesalahanku padamu selama ini..

Maafkan aku Pa.. hingga akhir hayatmu, aku tidak bisa menjadi anak yang berbakti padamu.. Yang bermuka manis menyambutmu pulang… Yang menanyakan apakah kau sudah makan atau belum saat malam.. Yang menjawab pertanyaan-pertanyaanmu dengan ucapan lemah lembut.. Maafkan aku yang belum sempat membuatmu tersenyum bangga melihat kesuksesan anakmu.. Maafkan aku Pa.. (more…)

[Repost] Bagaimana Kacaunya Hidup Saya Setelah Keluar dari Perusahaan Bergengsi dan Memilih Mendirikan Startup

Tulisan ini disalin dari https://id.berita.yahoo.com/bagaimana-kacaunya-hidup-saya-setelah-keluar-dari-perusahaan-112132079.html tanpa disadur kembali.

SMS masuk:

“Besok jam 5 pagi, penerbangan nomor AZ610 dari Roma ke New York.”

Sebuah SMS yang masuk di BlackBerry saya pada hari Minggu sore dulu selalu menjadi rutinitas yang menentukan di mana tujuan dan siapa klien saya untuk minggu mendatang.

Saya dulu bekerja di salah satu dari tiga perusahaan konsultasi strategi bisnis terbesar di dunia. Sebuah kehidupan di dalam sebuah koper. Sebuah kehidupan konsultasi dimana Anda ketinggalan update tentang segala sesuatu dan semua orang dalam hidup Anda, kecuali spreadsheet Excel. Sebuah pekerjaan impian yang, menurut sekolah-sekolah bisnis ternama, ideal.

Setelah beberapa jam tidur, supir pribadi membawa saya ke bandara Roma Fuimicino dimana saya akan melakukan perjalanan ke New York dengan penerbangan kelas bisnis yang mewah. Setelah tiba, saya akan check-in ke sebuah hotel bintang lima mewah dan menuju ke kantor klien saya setelah itu.

Gaji? Luar biasa. Perusahaan tempat saya bekerja merasa bangga telah menjadi salah satu perusahaan bergaji tinggi di ranah konsultasi bisnis. (more…)

Catatan Seorang Konsultan : Bukan Sekedar Kerja

Dan disinilah saya terdampar,

Di sebuah kota kecil di pesisir pantai Pulau Jawa bernama Paiton.

Di kota yang lebih terkenal karena keindahan pembangkit listrik nya inilah saya akan bekerja selama dua hari ke depan.

Sudah menjadi resiko seorang konsultan, untuk selalu mobile, berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menyelesaikan permasalahan klien dimanapun mereka berada.

Alhamdulillah, sudah hampir 3 bulan saya menjalani pekerjaan ini, saya semakin merasa bersyukur .

Hampir semua aspek pekerjaan yang saya impikan bisa saya dapatkan disini.

Bekerja sebagai seorang konsultan manajemen, saya merasa seperti kuliah S2 Teknik Industri tapi dibayar. Hehe.

Punya penghasilan yang cukup, berkesempatan untuk belajar ilmu yang ga sembarang orang bisa dapet, berkesempatan belajar langsung tentang proses bisnis berbagai jenis perusahaan, berkesempatan untuk job traveling hampir setiap hari, bisa menyalurkan passion, dan yang terpenting saya tetap bisa bekerja di Surabaya, tetap di rumah sendiri. Saya ga bilang kalau bekerja di perantauan itu ga baik, karena tentunya banyak pelajaran hidup yang lebih bisa didapat saat merantau. Namun saat ini prioritas saya adalah berada tak jauh dari keluarga. Saya punya tanggung jawab untuk memimpin dan menjaga mereka, yang tentunya akan lebih mudah saya lakukan jika tak jauh dari mereka. Selain itu saya juga masih punya cukup banyak waktu untuk melakukan berbagai kegiatan dan aktifitas sosial di luar pekerjaan. (more…)