Month: October 2016

Penjelasan Post Credit Scene Doctor Strange (2016)

Semenjak Nick Fury muncul pada akhir film Iron Man (2008), post credit scene pada fim-film Marvel Cinematic Universe (MCU) seolah menjadi trend dan ciri khas tersendiri. Post credit scene film-film MCU selalu ditunggu karena biasanya selalu memberikan petunjuk pada film selanjutnya, dan memberi petunjuk akan sekuel film yang terkait. Begitu pun pada installment teranyar tahun ini, Doctor Strange. Di film ini, ada dua adegan post credit scene, 1 di tengah-tengah, 1 di akhir.  Mid credit scene memberi petunjuk pada masa depan MCU, sedangkan Post credit scene menceritakan petunjuk sekuel Doctor Strange. Sudah nonton film nya tapi masih bingung maksud adegannya? Mari kita bahas bersama-sama. Bagi yang belum nonton, sudah pasti : SPOILER ALERT !!!!

(more…)

Watching Doctor Strange

What is this? My mantra?
The wifi password. We’re not savages.

DOCTOR STRANGE (2016) Non Spoiler Review

Bercerita tentang seorang dokter bedah saraf jenius dan terkenal bernama Doctor Stephen Strange yang karena suatu kecelakaan fatal membuat saraf tangannya rusak dan membuat kehidupannya hancur. Mendengar ada seorang guru di timur yang bisa menyembuhkan tangannya, akhirnya ia berpetualang ke Dataran Timur Asia dan bertemu dengan sang guru, The Ancient One. Tak disangka pertemuannya ini membawanya masuk ke dalam dunia sihir dan harus melindungi bumi dari serangan makhluk jahat dari dimensi lain. Berhasilkah ia?

Mereview film ini, saya harus memosisikan diri saya dalam dua sudut pandang. Sebagai penggemar film-film MCU dan penikmat film biasa. Sebagai penggemar MCU, Doctor Strange benar benar membawakan elemen-elemen baru dalam semesta dunia Marvel yang belum pernah disinggung di film-film sebelumnya. Sihir, penyihir, mantra, multiverse, dimensi, realitas, time travel semuanya benar-benar baru disini. Kalau biasanya MCU selalu membawa pendekatan sains dalam memperkenalkan kekuatan superheronya, disini ga ada yang namanya logika, semuanya mungkin terjadi. Pendekatan kosmis di film ini juga mulai banyak diperkenalkan, mungkin sebagai jembatan menuju titik klimaks MCU: Avengers Infinity War (2018) dan Avengers 4 (2019)

Sebagai penikmat film biasa, jujur saya agak mix dalam memberikan nilai film ini. Kekuatan film ini yang utama jelas terlihat dari aspek visualisasi dan penggambaran realitas dan dimensi yang begitu luar biasa, berwarna, bikin pusing, sekaligus membuat kita membayangkan kalau semua yang kita lihat di film apakah mungkin juga terjadi di dunia nyata. Selain itu para pemerannya, Benedict, Chiwetel, Mads, dan khususnya Tilda benar benar mampu membawakan perannya dengan baik.

Sayangnya, pace film ini terasa begitu cepat dan banyak hal yang terkesan terburu-buru dan tidak digali lebih dalam. Khususnya pada 2/3 film ini hingga kebelakang. Endingnya menurut saya kurang klimaks dan jujur bikin saya bergumam “udah gini doang nih?” Mungkin ini karena saya banyak baca artikel dan nonton teaser, trailer, dan tv spot sebelum filmnya tayang jadi kebawa hype. Dan jatuhnya malah terlalu berekspetasi pada filmnya.

Akhir kata, Doctor Strange tetap film yang recommended buat ditonton, namun seharusnya bisa lebih solid hingga akhir.
Nilai akhir: 7/10

Note: jangan kemana-mana setelah film selesai, ada 2 credit scene yang sayang banget buat dilewatin.

Ps: ada yang ngerasa ga kalau film ini kayak reboot versi lain dari film Iron Man yang pertama (2008)? Plot sama alurnya mirip banget euy.

Watching Doctor Strange

View on Path