perubahan

Jangan Kabur, Xcalibur !

Tulisan ini ditujukan khusus kepada rekan-rekan Xcalibur, angkatan pemandu kesepuluh Fakultas Teknologi Informasi ITS yang baru saja menyelesaikan pelatihannya kemarin.

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Halo teman-teman Xcalibur. Salam kenal. Perkenalkan, nama saya Diaz. Alumni Sistem Informasi yang saat kuliah dulu berkesempatan menjadi seorang pemandu. Sebelumnya mohon maaf saya tidak bisa memenuhi undangan panitia PP LKMM X kemarin dan bertatap muka dengan rekan-rekan semua. Namun semoga tulisan ini cukup untuk menggantinya. Tak terasa ya, sudah angkatan kesepuluh saja. Padahal rasanya baru kemarin saya mengikuti pelatihan pemandu FTIF angkatan kedua. Nama angkatan kami adalah Rocks. Nama yang cukup simpel dibandingkan dengan nama kalian yang jauh lebih keren. Btw, makin kesini nama angkatan pemandu kok makin susah diucapkan ya? Hehe. Semoga nama yang makin keren ini juga diikuti dengan sepak terjang dan kontribusi yang makin keren juga.

Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan sekalian yang baru saja resmi dinobatkan sebagai generasi terbaru pemandu FTIF. Tongkat estafet telah diberikan. Amanah baru telah kalian emban. Kepercayaan telah kalian terima. Mulai hari ini, sikap, perilaku, dan perbuatan kalian akan lebih diperhatikan orang lain. Identitas pemandu akan selalu dipertaruhkan dalam keseharian kalian. Sudah siapkah kalian menjadi teladan bagi sekitar? (more…)

Advertisements

KIPAS-in Pendidikan Kita.

“Lebih baik bergerak melakukan sesuatu daripada menimbang-nimbang namun akhirnya tak jadi maju.”

Kenapa Kita Melakukan Hal Ini

Sebuah ide yang sederhana jauh lebih bermakna jika segera dijalankan, daripada sebuah ide sempurna yang tidak pernah terlaksana. Berawal dari obrolan ringan beberapa orang relawan Kelas Inspirasi Surabaya yang geram melihat terungkapnya kasus kejahatan seksual pada anak di grup Facebook beberapa waktu lalu, kami sepakat untuk bergerak melakukan sesuatu. Suatu gerakan yang kami beri nama KIPAS, Kita Peduli Anak Surabaya.

KIPAS lahir karena adanya keresahan. Keresahan akan rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya orangtua dan anak-anak mengenai pemahaman seksual secara benar yang salah satunya menyebabkan tingginya kasus kejahatan seksual pada anak dari tahun ke tahun. Masuknya teknologi dan dunia digital dalam kehidupan masyarakat sedikit banyak malah memperparah hal ini, sampai akhirnya terungkap lah adanya sebuah grup Facebook berisi kumpulan orang-orang dengan penyimpanan orientasi seksual pada anak (pedofil) yang secara aktif menyebarkan foto, video, dan media lain yang berisi dokumentasi kegiatan (maaf) hubungan intim mereka dengan anak-anak. Mereka membagikannya, mendapat like dan love dari teman-temannya, saling memuji, saling menyemangati, bahkan saling memberikan “saran” dan “masukan” cara “begituan” yang asyik. Miris. (more…)

Bhinneka Punya Cerita

Kemarin saya berkesempatan untuk menghadiri acara TEDx TuguPahlawan : Us yang diselenggarakan di Oost Koffie and Thee Café Surabaya. Acara ini adalah acara internal TEDx TuguPahlawan yang dibuat sebagai ajang penyambutan untuk anggota baru dan rekan-rekan terdekat anggota lama dimana speaker-speakernya adalah dari anggota lama sendiri. Yup, mulai saat ini saya resmi bergabung bersama rekan-rekan di TEDx TuguPahlawan, membantu pada divisi Executive Producer, bagian yang bertanggung jawab untuk mengonsep acara dan venue semenarik mungkin. TEDx TuguPahlawan : Us kali ini mengambil tema : Bhinneka Tinggal Nama. Sebuah tema yang menurut saya cukup berani, sensitif, dan mungkin tidak semua orang mau menerima. (maka dari itu, judul tulisan ini saya bikin yang lebih halus). Tema ini sendiri diangkat melihat kondisi masyarakat Indonesia akhir-akhir ini yang begitu panas akan perang sindiran, hujatan, dan makian antar golongan, pemeluk agama, suku, dan ras di media sosial yang diawali sejak kasus penistaan agama yang dilakukan salah seorang kepala daerah, dan semakin membesar layaknya bola salju terlebih memasuki pilkada ibukota. (more…)