pemikiran

Bebas, tapi Tegas.

Kali ini saya akan cerita tentang keponakan saya lagi.

Minggu lalu adalah minggu pertama tahun ajaran baru untuk sebagian besar sekolah. Para orangtua sibuk mengantarkan anak-anaknya menjalani hari pertama . Tak sedikit yang mengajak sang anak ke sekolah dari dini hari buta agar dapat tempat duduk idaman. Semua bersemangat mengantarkan sang buah hati masuk sekolah. Tak terkecuali bagi keponakan saya yang minggu lalu resmi menjalani hari pertamanya sebagai siswa Taman Kanak-Kanak.

Ia akan bersekolah di salah satu TK di dekat rumah. Selama ini, ia biasanya banyak menghabiskan waktu di rumah, bermain bersama keluarga. Karena kedua orangtua nya sama-sama bekerja, selama di rumah biasanya ia ditemani oleh tante atau neneknya. Namun kali ini agak berbeda, mengingat tantenya sudah bekerja dan neneknya yang baru pulang sore, akhirnnya disepakati setelah pulang sekolah ia akan dititpkan sementara ke baby care di TK tersebut sampai sore, sampai ada orang rumah yang pulang. (more…)

Advertisements

Youtube Lebih dari TV? – shitlicious

Artikel ini diambil dan disalin dari Source: Youtube Lebih dari TV? – shitlicious . Segala bentuk isi merupakan hak intelektual penulis pada sumber.

_______________________________________________________________________

As a man who has been living long enough to see the evolution of social life.. Halah… Gak perlu pake bahasa Inggris. Gak nambah ganteng juga.
Jadi gini, kemarin gue kaget liat keponakan, masih TK, tiba-tiba nyeletuk, “I don’t give a f*ck, Bi*ch!”, sebagai seorang Om yang budiman, gue shock mendengar kalimat itu keluar dari bibir bocah yang makan bubur aja kadang ngunyahnya belum halus. Gue pun nasihatin dia,
“Dek.. Gak boleh ngomong gitu. Gak baik.” Ucap gue sambil mengelus kepalanya pake tongkat baseball.

Lalu dia melompat-lompat sambil menjawab, “I d*nt give a f*ck, bi*ch! I don’t-I don’t give a f*ck! Boom!”

Sesaat kemudian tongkat baseball yang tadi gue pegang retak, dan kepala tuh bocah keluar darah.

(more…)

Bagaimana Logika Orang Indonesia?

Tulisan ini saya salin dari http://nasionalis.me/2014/05/logika-orang-indonesia-makin-miskin-makin-benar/

Sebuah tulisan yang sungguh menarik, membahas bagaimana kesalahan berpikir dan berlogika orang Indonesia dalam bermasyarakat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mencerahkan.


Indonesia itu unik. Cara berpikir kita terlalu sinetron karena memang dipengaruhi sinetron. Ambisi ingin menjadi kaya raya, tapi ketika berbicara dan bertindak seolah miskin. Saya jadi ingat ketika Ahmadinejad masih memimpin sebagai pemimpin Iran, banyak sekali orang kita yang bilang: wah kalau pemimpin hebat itu ya seperti Ahmadinejad. Mengapa banyak yang bilang demikian? Karena Ahmadinejad memakai baju bolong-bolong, pernah sholat di pinggir jalan, makan-makanan sederhana. Wah, menjadi pemimpin hebat ternyata mudah ya. Padahal kalau dipikir-pikir, Iran di bawah pemerintahan dia yang egois dan ekstrim, makin dikucilkan. Ekonomi morat marit, inflasi tinggi, industri dalam negeri Iran juga banyak yang mati. Hehe.

Yah, sebagian kita yang tadinya simpatik ke Ahmadinejad akhirnya antipati juga sih. Eh tapi bukan karena ketidakbecusan kepemimpinan dia loh. Tapi karena dia seorang Syiah. Walah… Alasan memuja tidak substansial, alasan membenci juga tidak substansial. (more…)