youth

Anies Baswedan

Tulisan ini disalin dari http://relawan.turuntangan.org/author/pandji-pragiwaksono/  dan juga dapat dibaca di http://pandji.com/anies-baswedan/

Anies-Baswedan-Light-Up-Candles-700x357Pertama kali saya mendengar nama beliau adalah ketika beliau ada di dalam Tim 8. Tim independen yang dibentuk untuk jadi Tim Verifikasi Fakta dan Hukum dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif yaitu Pak Bibit dan Pak Chandra. Tim 8 ini lahir setelah ada gerakan 1 juta facebookers dukung Bibit-Chandra. Waktu dengar namanya, saya mikir

“Ini siapa ya.. kok bisa masuk tim 8?”

Saya kemudian mendengar namanya ketika beliau jadi inisiator “Indonesia Mengajar”. Sebuah inisiatif luar biasa yang saya pribadi kagumi karena mampu membuat lulusan terbaik Indonesia mengabdikan diri untuk 1 tahun penuh mengajar di daerah terpelosok dan terpencil di Indonesia.  (more…)

2014: Kita Menjadi Bagian yang Mengokohkan Bangsa

Hari ini hitungan tahun 2013 telah digenapkan. Tahun 2013 ditutup. Gagasan dan langkah setahun ini telah menjadi rekaman sejarah. Minimal sejarah bagi diri kita sendiri.

Menutup sebuah tahun tak berarti menutup sebuah langkah. Tahun boleh berakhir tapi perjuangan, kiprah dan semangat jalan terus. Mereka melampaui hitungan hari, bulan dan tahun. Mereka adalah aliran yang selalu menemukan jalan baru, gelora baru dan gaung baru di tahun yang baru.

Kita sama-sama masuki 2014 dengan genderang yang makin bergaung. Kita sudah nyatakan siap turun tanganKita telah sama-sama pilih untuk ikut tanggung-jawab. Kita tidak sekadar diam dan mendiamkan.

Di tahun 2014 ini Republik tercinta akan menentukan wajah barunya. Wajah baru yang akan mengatasnamakan kita semua selama 24 jam. Semua pikiran, ucapan dan perbuatan adalah atas nama seluruh rakyat Indonesia.

Kita sudah nyatakan bahwa kita akan kerja keras, kerja cerdas dan penuh ketulusan untuk memastikan bahwa mereka yang akan mengatasnamakan kita adalah orang-orang yang bisa menggerakkan semua untuk turun tangan dan para wakil baru, yang semuanya siap untuk sama-sama melunasi setiap janji kemerdekaan.

Kita semua menginginkan agar wajah-wajah baru Indonesia adalah wajah-wajah yang membuat kita bangga,yang membuat kita berani berkata pada anak-anak kita atau anak-anak generasi muda lain bahwa itulah wajah-wajah yang patut untuk dijadikan rujukan.

Teman-teman semua, tulisan ini saya tulis di HP, sore ini sambil duduk di serambi rumah, saat hujan dan mendung mewarnai daerah tempat kami tinggal. Mendung memang tak pernah berhasil membuat redup, ia justru selalu membuat suhu nyaman untuk makin bersemangat. Saya sangat percaya bahwa bukan matahari tapi matahati yang mencerahkan hari. Ia menyalakan harapan dan membesarkan semangat. Seperti lambang turun tangan, ada hati yang memanggil – dan menjaga panggilan – untuk tetap turun-tangan.

Mari kita semua – dalam kondisi apapun dan menghadapi tantangan sebesar apapun – pastikan bahwa stok semangat di dada selalu cukup. Perjalanan ke depan bisa terjal, bisa mendaki dan bisa penuh cobaan tapi ketangguhan dan keyakinan bahwa kita berjalan dengan cara benar dan bersama-sama orang-orang baik bisa membuat perjalanan ini jadi terasa ringan dan positif.

Kita sama-sama memulai sebuah sejarah baru yang akan dicatat sebagai bagian dari rekaman peristiswa di tahun 2013 dan 2014: ribuan anak bangsa membuktikan bahwa politik uang bisa dipangkas oleh integritas.

Biarkan sejarah mencatat bahwa kita semua bangkit, bergerak dan melawan. Kita yang memilih untuk bersama-sama berbuat ini adalah bukti otentik bahwa masih amat banyak anak bangsa yang selalu jaga harga diri, martabat dan kehormatan.

Penghormatan memang bisa dibeli, tapi kehormatan tak bisa dibelikehormatan hanya bisa didapat karena perbuatan yang terhormat. Saya yakin kita semua akan terus jaga dan membesarkan semangat untuk menjalani perjuangan ini dengan cara terhormat dan meluaskan semangat ini pada seluruh lapisan masyarakat.

Biarkan tahun 2014 menjadi tahun penanda hadirnya era baru, bangkitnya generasi baru yang bersama-sama membuktikan bahwa berjuang di area publik bisa dijalankan dengan cara terhormat. Dan izinkan bangsa ini kelak bangga karena generasi baru yang dilahirkanya memilih untuk turun tangan, memilih untuk menaiktinggikan kembali nama bangsanya. Memilih tak diam dan mendiamkan.

Apapun bentuk peran kita, kita bisa dengan percaya diri mengatakan: kami bukan bagian dari mereka yang membuat bangsa ini keropos, kami selalu menjadi bagian yang mengokohkan bangsa. Sebuah perasaan yang hanya didapat lewat perbuatan. Selamat berjuang dan mari saling kita jaga semangat mulia ini.

Selamat Tahun Baru 2014 . . . !

Salam hangat dari Cilandak,

Anies Baswedan

#ULTIMATEU : People Join because of the WHY Stay/Quit because of the WHO & the WHAT

Jika anda punya usaha sendiri, atau punya anak buah, atau bekerja di bagian rekrutmen pasti merasakan susahnya mencari tenaga kerja belakangan ini. Jangankan tenaga kerja profesional kelas kantoran, kalau dengar cerita istri saya @yamunaa kesulitan yang sama juga dirasakan oleh banyak ibu-ibu saat mencari si mbak untuk membantu pekerjaan rumah tangga atau menjaga si kecil. Bener nggak? Cerita si mbok yang sudah bekerja puluhan tahun dengan eyang atau cerita-cerita serupa dalam organisasi akan semakin jarang terdengar. Kalau dipikir apakah tenaga kerja semakin picky alias pemilih? Atau mungkin juga karena sekarang pilihan jauh lebih banyak dibandingkan 10 atau bahkan 20 tahun lalu?

(more…)