istri

Bahagia Itu Sederhana.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana saat kau menungguku di pintu rumah tatkala pulang kerja, lalu kau menyambutku dengan senyuman hangat serta pelukan mesra. Lalu kau berikan ekspresi gembira saat aku membawakanmu jajanan yang kau suka.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana saat kau membangunkanku setiap pagi untuk segera menunaikan shalat subuh, namun sering aku susah dibangunkan karena masih ngantuk.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana saat kita belanja perabotan dan kebutuhan bulanan sambil membayangkan suasana rumah impian kita.

Bahagia itu sesederhana.

Sesederhana nasi yang baru saja kau tanak tadi pagi. Nasi pertama yang kau tanak dengan tanganmu sendiri.

Bahagia itu sederhana.

Sesederhana masakan nasi gila yang pagi ini kau masak. Masakan pertama yang kau masak sendiri. Dan rasanya sunguh enak sekali. (more…)

Advertisements

Bakwan.

Di suatu minggu siang yang terik,

 

Sari (S): Kamu mau makan siang apa?

Diaz (D): Di dekat sini memangnya ada jual makanan apa?

S: Macem-macem sih. Ada pangsit, bakwan, nasi sop, cap cay, makanan-makanan rumahan gitu, pecel, sama gado-gado.

*teng teng teng*

S: *berlari melihat jendela*

D: Itu orang jual apa? Bakso ya?

S: Lontong Balap. Kamu mau ta?

D: Engga deh.

S: Kamu mau bakso?

D: Engga. Kalau mau bakso mah, tinggal beli di sebelah rumah aja. Yang jualan pangsit juga itu loh.

S: Itu mah bakwan kali.

D: Bukannya itu bakso. Emang bedanya bakso sama bakwan apa?

S: Ya beda. Kalau bakwan dia ga pakai mie. Kalau bakso baru pakai mie.

D: Oh gitu. Kalau waktu aku kecil dulu di Medan, yang namanya bakwan itu ote-ote kalau disini. Disini malah jadi nama bakso.

…………. *hening sejenak*

D: Tapi tau ga? Yang lain boleh bakwan. Tapi kalau bagi aku, kamu itu The One.

S: HAHAHAHA *ketawa ngakak sambil nguyel-nguyel muka aing*

 

Akhirnya Aku Bisa Memanggilmu, Istriku.

Alhamdulillah,

Segala puji kepada Allah, Tuhan semesta alam.

Rasanya tak ada kalimat yang pantas diucapkan selain kalimat mulia itu.

Hari ini rasanya seperti mimpi.

Hati ini sungguh masih merasa tak bisa percaya hari ini bisa terjadi.

Perjuangan bertahun-tahun untuk bisa mewujudkan impian membangun bahtera rumah tangga.

Kepastian hubungan yang sempat seringkali tak tentu bagaimana jadinya.

Semangat yang patah yang berkali-kali datang. (more…)