pemuda

KIPAS-in Pendidikan Kita.

“Lebih baik bergerak melakukan sesuatu daripada menimbang-nimbang namun akhirnya tak jadi maju.”

Kenapa Kita Melakukan Hal Ini

Sebuah ide yang sederhana jauh lebih bermakna jika segera dijalankan, daripada sebuah ide sempurna yang tidak pernah terlaksana. Berawal dari obrolan ringan beberapa orang relawan Kelas Inspirasi Surabaya yang geram melihat terungkapnya kasus kejahatan seksual pada anak di grup Facebook beberapa waktu lalu, kami sepakat untuk bergerak melakukan sesuatu. Suatu gerakan yang kami beri nama KIPAS, Kita Peduli Anak Surabaya.

KIPAS lahir karena adanya keresahan. Keresahan akan rendahnya kesadaran masyarakat, khususnya orangtua dan anak-anak mengenai pemahaman seksual secara benar yang salah satunya menyebabkan tingginya kasus kejahatan seksual pada anak dari tahun ke tahun. Masuknya teknologi dan dunia digital dalam kehidupan masyarakat sedikit banyak malah memperparah hal ini, sampai akhirnya terungkap lah adanya sebuah grup Facebook berisi kumpulan orang-orang dengan penyimpanan orientasi seksual pada anak (pedofil) yang secara aktif menyebarkan foto, video, dan media lain yang berisi dokumentasi kegiatan (maaf) hubungan intim mereka dengan anak-anak. Mereka membagikannya, mendapat like dan love dari teman-temannya, saling memuji, saling menyemangati, bahkan saling memberikan “saran” dan “masukan” cara “begituan” yang asyik. Miris. (more…)

Advertisements

Bhinneka Punya Cerita

Kemarin saya berkesempatan untuk menghadiri acara TEDx TuguPahlawan : Us yang diselenggarakan di Oost Koffie and Thee Café Surabaya. Acara ini adalah acara internal TEDx TuguPahlawan yang dibuat sebagai ajang penyambutan untuk anggota baru dan rekan-rekan terdekat anggota lama dimana speaker-speakernya adalah dari anggota lama sendiri. Yup, mulai saat ini saya resmi bergabung bersama rekan-rekan di TEDx TuguPahlawan, membantu pada divisi Executive Producer, bagian yang bertanggung jawab untuk mengonsep acara dan venue semenarik mungkin. TEDx TuguPahlawan : Us kali ini mengambil tema : Bhinneka Tinggal Nama. Sebuah tema yang menurut saya cukup berani, sensitif, dan mungkin tidak semua orang mau menerima. (maka dari itu, judul tulisan ini saya bikin yang lebih halus). Tema ini sendiri diangkat melihat kondisi masyarakat Indonesia akhir-akhir ini yang begitu panas akan perang sindiran, hujatan, dan makian antar golongan, pemeluk agama, suku, dan ras di media sosial yang diawali sejak kasus penistaan agama yang dilakukan salah seorang kepala daerah, dan semakin membesar layaknya bola salju terlebih memasuki pilkada ibukota. (more…)

[Repost] Anak Muda Umur 20-an Pasti Mengalami Ini, Kalau Kamu?

Usia 20-an adalah masa krusial bagi kehidupan seseorang. Di umur tersebut banyak keputusan penting datang, banyak perubahan yang terjadi dalam kehidupan. Usia 20-an memberikan banyak kejutan yang selama ini kita sangka tidak akan pernah datang.

Kedewasaan memang membawa banyak perubahan. Apa saja sih yang biasanya terjadi dan merubah hidup seseorang pada usia 20-an?

1. Jadi Pejuang Skripsi

Tugas akhir sebagai mahasiswa ini jadi hal yang sering membawa perubahan bagi kehidupan seseorang. Tanpa disadari, skripsi akan mengubah cara pandangmu terhadap hidup. Di titik inilah kamu akan diuji secara akademis, setelah 4 tahun belajar di bangku kuliah.

Kamu akan mencari hal apa yang paling kamu senangi, mendalami pemahanmu terhadap hal tersebut, mempertahankan pendapatmu di hadapan dosen pembimbing dan penguji.

Dalam proses pengerjaan skripsi kamu akan tahu arti kerja keras dan keuletan. Tidak jarang pekerjaanmu kelak juga akan berhubungan dengan tema skripsi yang kamu tulis.

2. Melihat Temanmu Lulus Lebih Dulu Kemudian Pindah

Teman yang selama ini menemani perjuangan selama kuliah lulus duluan dan pindah dari kota tempat kampus kalian berada. Entah karena merantau untuk bekerja atau pulang kampung, kehilangan teman seperjuangan jadi hal yang sering terjadi di usia 20-an. Nggak ada lagi partner in crime dalam berbagai hal.

Walau biasanya main sama-sama, akhirnya kamu sadar bahwa kamu dan dia punya impian masing-masing yang harus dikejar. Dengan berpisah secara fisik kamu juga akan memahami bahwa ikatan pertemanan tidak akan selesai hanya karena tidak lagi satu kota. Walaupun jauh, kalian akan tetap jadi tiang penopang bagi sahabat yang membutuhkan dukungan.

 3. Akhirnya……..Giliranmu Lulus Kuliah

 Wisuda, jadi momen yang ditunggu bagi seluruh anak usia 20-an. Di momen tersebut kewajibanmu sebagai anak sudah tuntas. Menyelesaikan pendidikan strata sarjana jadi tanda bahwa tanggung jawab orang tua ke kamu sudah selesai. Sekarang terserah padamu bagaimana hendak melanjutkan hidup.

Di hari kelulusan kamu akan sadar bahwa kebahagiaan orang tua ternyata hanya terletak pada kesuksesanmu. Kamu hanya harus berusaha sebaik mungkin dalam tiap sisi kehidupan agar bisa membanggakan mereka. Selama kamu sukses dan berjalan lurus, mereka tidak akan ribut menuntutmu apa-apa.

Setelah momen ini pula kamu akan menghadapi kenyataan hidup yang sesungguhnya. (more…)