kebiasaan

Bebas, tapi Tegas.

Kali ini saya akan cerita tentang keponakan saya lagi.

Minggu lalu adalah minggu pertama tahun ajaran baru untuk sebagian besar sekolah. Para orangtua sibuk mengantarkan anak-anaknya menjalani hari pertama . Tak sedikit yang mengajak sang anak ke sekolah dari dini hari buta agar dapat tempat duduk idaman. Semua bersemangat mengantarkan sang buah hati masuk sekolah. Tak terkecuali bagi keponakan saya yang minggu lalu resmi menjalani hari pertamanya sebagai siswa Taman Kanak-Kanak.

Ia akan bersekolah di salah satu TK di dekat rumah. Selama ini, ia biasanya banyak menghabiskan waktu di rumah, bermain bersama keluarga. Karena kedua orangtua nya sama-sama bekerja, selama di rumah biasanya ia ditemani oleh tante atau neneknya. Namun kali ini agak berbeda, mengingat tantenya sudah bekerja dan neneknya yang baru pulang sore, akhirnnya disepakati setelah pulang sekolah ia akan dititpkan sementara ke baby care di TK tersebut sampai sore, sampai ada orang rumah yang pulang. (more…)

Sudah Puasa Tapi Cuma Dapat Lapar dan Haus Saja? Ini 7 Kebiasaan yang Salah Selama Bulan Puasa.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu Umat Muslim di seluruh dunia. Di bulan ini kita semua bergembira. Pintu surga dibuka selebar-lebarnya. Pintu neraka ditutup rapat. Setan-setan yang selama ini kita kambing hitamkan atas semua keburukan yang kita lakukan dibelenggu. Pahala amal ibadah dilipatgandakan. Amalan sunnah dihitung senilai amalan wajib. Amalan wajib dilipatgandakan tujuh puluh kali lipat. Intinya Allah ingin memudahkan hamba-hambaNya dalam beribadah dan berbuat kebaikan.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbanyak di dunia, tidak heran jika kehadiran Bulan Ramadhan disambut dengan berbagai tradisi dan perayaan meriah. Tapi tahukah kamu, kalau banyak kebiasaan yang kita lakukan di bulan puasa yang sebetulnya jauh dari yang seharusnya dan berpotensi membuat ibadah puasa kita sia-sia? Berikut adalah 7 kebiasaan yang salah yang sering kita lakukan selama bulan puasa (more…)

[Repost] Pelajaran dari Tanah Jerman

Tulisan ini disalin dari fanpage : Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia dengan saduran seperlunya.

Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup foya-foya.

Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan-rekan masuk ke restoran. Kami lihat banyak meja kosong. Ada satu meja dmana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada dua piring makanan & dua kaleng minuman di meja mereka.

Saya bertanya dalam hati apa hidangan yang begitu sederhana dapat disebut romantis & apa si gadis akan meninggalkan si pemuda kikir tersebut?

Kemudian ada lagi beberapa wanita tua di meja lainnya. Ketika mkanan dihidangkan, pelayan membagi mkanan tersebut & mereka menghabiskan tiap butir makanan yg ada di piring mereka.

Karena kami lapar, rekan kami pesan lebih banyak makanan. Saat selesai, tersisa kira-kira sepertiganya yg tidak dapat kami habiskan di meja. Begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yg dari meja sebelah berbicara pada kami dalam bahasa Inggris, kami dan teman-teman paham bahwa mereka tidak senang kami memubadzirkan makanan. (more…)