semangat

Kerja Itu…

“Menurutku, kerja itu bukan masalah kita dateng, ngerjain apa yang kita kerjain, digaji.

Bukan.
Menurutku, waktu kita kerja, itu waktu dimana kita harus bisa dan mau belajar lebih lagi. Karena aku sadar, dunia kerja beda jauh sama kuliah. Banyak hal-hal yang ga kita dapet di kuliah.

Makanya aku selalu niatkan ini buat terus belajar. Buat terus cari tau apa yang belum aku tau.

Dan aku juga harus bisa tanggung jawab sama apa yang aku lakuin. Karena sekarang, aku bawa nama baikku, nama baik atasanku, nama baik perusahaan, nama baik kampus.

Aku yakin kok akan ada balasan di setiap keseriusan kita.

Allah yang atur, Allah ga pernah tidur.

Allah Maha Tahu, Allah Maha Adil.”

– dari seseorang yang spesial di hati

Malu.

Ramah tamah LKMM TM selalu bisa menjadi momen yang berkesan.

Kembali merasa muda,

Kembali mengisi semangat yang mulai pudar.

Senang rasanya bisa kembali berkumpul bersama anak-anak muda, para mahasiswa yang hingga larut malam masih bersemangat, mau merelakan waktu malam minggunya untuk membicarakan hal-hal yang mungkin bagi sebagian besar orang ga penting dan ga jelas.

Di sisi lain, ramah tamah LKMM TM juga selalu bisa menjadi tamparan.

Mengingatkan sudah sejauh mana kontribusi yang bisa saya berikan kepada masyarakat sebagai seorang alumni ITS.

Seakan-akan ia berteriak dengan lantang di telinga, “Woi, ngapain aja kamu selama ini ? Ga malu sama adek-adekmu ? Mereka sudah melakukan banyak hal untuk sekitarnya. Dan kamu ?”

Itulah mengapa setiap saya diminta maju memberikan pesan dan kesan, saya tak pernah lama menatap wajah peserta dan tamu undangan.

Karena saya malu.

Malu menatap wajah para calon pemimpin masa depan. Orang-orang pilihan.

Malu melihat binar mata dan tegas suara mereka berdiskusi dan menawarkan solusi.

Malu, jika melihat bagaimana semangat dan daya juang berkobar mereka yang seakan tak kenal lelah menciptakan perubahan.

Malu belum bisa kontribusi apa-apa buat masyarakat sebagai lulusan kampus perjuangan.

Dan  jika perubahan belum bisa dilakukan, semoga malu selalu dapat menjadi pengingat dalam setiap tindakan.

Terimakasih, Ibu Penjual Terang Bulan !

Seharian kemarin cuaca Surabaya seakan tidak bersahabat dengan aktivitas warganya. Mulai dari pagi hari hingga malam, hujan rintik-rintik membasahi setiap jengkal bumi Kota Pahlawan. Namun ternyata cuaca yang kata orang cukup romantis ini tidak juga bisa bikin penat di kepala saya hilang sepenuhnya. Dari beberapa hari sebelumnya, isi kepala ini diisi berbagai hal yang keluar masuk seakan minta untuk terus dipikirkan. Mulai dari masalah karir, keluarga, ekonomi, sosial, semua campur aduk di pikiran.

Malamnya, saya diminta tolong Bapak untuk membeli martabak dan terang bulan. Beliau bilang untuk makan pagi Ibu. Akhirnya saya berangkat menuju Pasar Pucang, pasar yang tidak terlalu jauh dari rumah untuk menuju lokasi penjual martabak dan terang bulan langganan.

my precious...

my precious…

Sesampainya di Pasar Pucang, saya segera mencari lokasi penjual martabak terang bulan langganan. Malang bagi saya, sesampainya disana mas mas penjualnya bilang kalau martabak terang bulannya sudah habis. Akhirnya saya memutuskan untuk mencari penjual martabak terang bulan di dekat sana.

Tidak jauh dari penjual martabak pertama, terdapat penjual martabak dan penjual terang bulan (ya, 1 rombong martabak dan 1 rombong terang bulan, bukan 1 rombong martabak dan terang bulan) berjejer berdekatan. Saya memutuskan untuk membeli disana mengingat waktu semakin larut dan saya tidak ingin kembali kehabisan.

Saya memesan martabak pada rombong pertama. Penjual rombong ini adalah 2 orang laki-laki berusia sekitar 25-30 an. Satu orang bertugas meracik adonan, satu lagi bertugas menggoreng martabak.

Setelah memesan martabak, saya segera beralih ke rombong terang bulan di sebelahnya. Penjual terang bulan ini adalah seorang ibu berusia sekitar 40-50 tahun. Berperawakan agak gemuk dan berpotongan rambut pendek sebahu. Ibu ini berjualan dengan ditemani oleh kedua orang anaknya. 2 anaknya sama-sama perempuan, yang paling kecil masih balita dan kakaknya berusia sekitar 8-10 tahun.

(more…)