2016

2016 Dalam Rangkuman

2016 sudah berlalu. Sekarang masuk ke tahun baru, tahun 2017. Lazimnya tahun baru bagi setiap orang, tentunya kita ingin makin banyak hal baik terjadi di tahun ini. Begitupun buat saya. Tapi sebelum ngomongin apa-apa aja yang direncanain buat tahun ini, saya mau sedikit kilas balik apa aja yang uda saya lalui di tahun ini. Saya akan awali tulisan ini dengan pandangan saya secara umum mengenai apa saja yang terjadi di tahun 2016, lalu baru saya bagi menjadi beberapa kategori yang lebih spesifik.

Secara umum, banyak yang bilang tahun 2016 adalah tahun terburuk. Banyak public figure meninggal dunia, konflik dan peperangan di Timur Tengah, ancaman terorisme meningkat di Eropa, BREXIT, Donald Trump terpilih jadi Presiden USA, sosial media yang panas dengan sindiran dan hujatan, dan Indonesia yang kembali gagal juara Piala AFF. Buat saya pribadi tahun 2016 adalah tahun yang penuh perjuangan, perjuangan merealisasikan satu hal yang sejak tahun lalu benar-benar menjadi goal utama saya. Meskipun ya bisa dibilang, tahun ini pun juga belum bisa terealisasi. Selebihnya tahun 2016 benar-benar lebih banyak menjadi sarana untuk lebih mendalami pekerjaan dan membangun jejaring (meskipun pada akhirnya harus cari kerjaan baru juga). Selain bekerja, tahun ini saya juga aktif terlibat dalam kegiatan sosial bahkan berkesempatan untuk menjajal keterampilan memimpin sebagai ketua. Selebihnya akan saya bahas di paragraf selanjutnya. (more…)

Advertisements

Review : Luke Cage (2016)

(SPOILER REVIEW)

Barusan kelar nonton installment Marvel Netflix keempat setelah Daredevil season 1 dan Jessica Jones (2015) dan Daredevil season 2 (2016). Secara umum, saya suka dengan serial ini. Punya warna sendiri yang membedakan dengan serial Defenders sebelumnya. Luke Cage kental dengan suasana dan sosial budaya warga kulit hitam di Harlem lengkap dengan segala dunia hitamnya. Bercerita tentang Luke Cage, seseorang dengan masa lalu yang ingin ia lupakan dan ingin memulai hidup baru di Harlem, setelah sebelumnya sempat bertemu Jessica Jones di Hell’s Kitchen. Luke yang memiliki kekuatan bulletproof skin awalnya hanya ingin lari dari kenyataan dan realita hidup yang ia alami. Namun wejangan dari mentornya, Pop membuatnya move on dan mencoba berbuat sesuatu untuk lingkungan sekitarnya yang pada akhirnya membuatnya bersinggungan dengan dunia hitam Harlem, bersama Cottonmouth, Shades, Mariah Dillard, dan Diamondback.

SPOILER ALERT !!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

Jujur menurut saya kekuatan utama serial ini justru bukanlah dari karakter utamanya, tapi dari seluk beluk villainnya, perkembangan karakter mereka dan bagaimana aksi mereka melancarkan aksi untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Jujur, nonton serial ini saya seperti bercermin dengan kondisi sosial politik negara kita saat ini. Ada pihak yang punya relasi politisi, dan menggunakan relasi ini untuk kepentingannya semata. Lalu di serial ini kita melihat betapa mudahnya seseorang yang memiliki kekuasaan (politisi) melakukan tindak kejahatan lalu untuk menutupi itu mengarang cerita, membuat isu, memfitnah, dan menyerang pihak lain. Dan tentunya masyarakat akan lebih mudah percaya dengan mereka yang punya kekuasaan dibanding yang tidak.

Tokoh favorit saya di film ini jatuh kepada Mariah Dillard (Alfre Woodard) yang sukses memainkan karakter sebagai seorang politisi korup yang bermuka dua. Di depan masyarakat memasang muka manis sebagai orang yang peduli pada Harlem, namun di belakang itu semua punya banyak rekam jejak kriminal, termasuk membunuh Cottonmouth dan memfitnah Luke Cage. Greget banget melihat dia di episode akhir bisa bebas dari tuduhan dengan mudahnya karena berhasil membunuh si saksi kunci.

Shades? kita masih belum tahu apa motif dan tujuan di balik aksinya. Yang kita tahu, akhirnya ia bersama dengan Mariah. Theo Rossi sang aktor menurut saya berhasil memerankan karakter yang licik, oportunis, dan abu-abu.

Mike Colter selaku pemeran Luke Cage menurut saya cukup berhasil menunjukkan sisi karisma seorang Luke Cage (khususnya di depan para wanita, ehem having coffee). Namun untuk penggambaran karakternya, ada beberapa poin yang menurut saya malah jadi poin minus. Menurut saya, Luke disini terlalu galau, terlalu banyak pertimbangan, dan terlalu pemaaf. Dengan kekuatan yang sedemikian besar, seharusnya ia bisa menuntaskan konflik lebih cepat. Bisa dimaklumi, karena Luke disini adalah seseorang yang masih berusaha move on dengan masa lalunya. Namun tetap saya agak kurang sreg dengan karakternya.

Untuk karakter-karakter lain, semua membawakan perannya dengan baik. Misty Knight dengan ketajaman analisanya, Claire Temple, si Night Nurse yang membantu banget Luke khususnya ketika mengeluarkan serpihan peluru Judas (dalam beberapa kesempatan Claire malah terlihat lebih badass dari tokoh utamanya sendiri). Cornell “Cottonmouth” Stokes berhasil memperlihatkan pada kita sisi lain dari seorang villain. Ia memang jahat, namun ia punya alasan kuat, dan ada sisi lain dari seorang penjahat yang bisa membuat kita simpati. Diamondback a.k.a Nick Fury kw, berhasil meneror kita baik secara fisik maupun psikologis.

Akhir kata, serial Luke Cage tetap merupakan salah satu serial yang recommended untuk ditonton. Khususnya bagi Anda penggemar serial superhero. Marvel Netflix sejauh ini belum mengecewakan dari semua serial yang sudah tayang. Mungkin menurut saya kelemahan yang cukup terlihat adalah alur yang agak sedikit lambat dan terkesan diulur-ulur di episode pertengahan, dan episode terakhir yang antiklimaks dan menggantung. Nilai akhir : 8/10

(more…)

My Review – Captain America : Civil War, Best Marvel Cinematic Universe Installment So Far

“Scott Lang: Hank Pym did say to never trust a Stark!

Tony Stark: Who are you?

Scott Lang: Come on, man.”

Saya tahu review ini sangat terlambat. Captain America : Civil War sudah tayang sejak akhir April lalu, dan saya sendiri sudah menontonnya tak lama setelahnya. Tapi berhubung kemarin-kemarin tidak ada waktu yang cukup ditambah niat yang kurang, akhirnya baru sekarang saya bisa menulis review film ini. Sebenarnya ada banyak hal yang ingin saya bagi dari film ini, karena saking banyaknya adegan keren, kaitan dengan film lain, dan hint untuk film selanjutnya di film ini. Namun karena saya takut pembahasannya akan sangat panjang (saya menulis review saja biasanya sudah panjang sekali), artikel kali ini akan membahas review film ini secara umum saja. Untuk easter egg, clue, dan hal-hal lain akan dibahas di artikel lain. Karena film ini sudah tayang cukup lama, saya berasumsi Anda atau sebagian besar dari Anda sudah menyaksikan filmnya. Jadi kalau Anda belum menontonnya, silakan berhenti di sini karena : SPOILER ALERT !!! (more…)