perubahan

Bhinneka Punya Cerita

Kemarin saya berkesempatan untuk menghadiri acara TEDx TuguPahlawan : Us yang diselenggarakan di Oost Koffie and Thee Café Surabaya. Acara ini adalah acara internal TEDx TuguPahlawan yang dibuat sebagai ajang penyambutan untuk anggota baru dan rekan-rekan terdekat anggota lama dimana speaker-speakernya adalah dari anggota lama sendiri. Yup, mulai saat ini saya resmi bergabung bersama rekan-rekan di TEDx TuguPahlawan, membantu pada divisi Executive Producer, bagian yang bertanggung jawab untuk mengonsep acara dan venue semenarik mungkin. TEDx TuguPahlawan : Us kali ini mengambil tema : Bhinneka Tinggal Nama. Sebuah tema yang menurut saya cukup berani, sensitif, dan mungkin tidak semua orang mau menerima. (maka dari itu, judul tulisan ini saya bikin yang lebih halus). Tema ini sendiri diangkat melihat kondisi masyarakat Indonesia akhir-akhir ini yang begitu panas akan perang sindiran, hujatan, dan makian antar golongan, pemeluk agama, suku, dan ras di media sosial yang diawali sejak kasus penistaan agama yang dilakukan salah seorang kepala daerah, dan semakin membesar layaknya bola salju terlebih memasuki pilkada ibukota. (more…)

Advertisements

Youtube Lebih dari TV? – shitlicious

Artikel ini diambil dan disalin dari Source: Youtube Lebih dari TV? – shitlicious . Segala bentuk isi merupakan hak intelektual penulis pada sumber.

_______________________________________________________________________

As a man who has been living long enough to see the evolution of social life.. Halah… Gak perlu pake bahasa Inggris. Gak nambah ganteng juga.
Jadi gini, kemarin gue kaget liat keponakan, masih TK, tiba-tiba nyeletuk, “I don’t give a f*ck, Bi*ch!”, sebagai seorang Om yang budiman, gue shock mendengar kalimat itu keluar dari bibir bocah yang makan bubur aja kadang ngunyahnya belum halus. Gue pun nasihatin dia,
“Dek.. Gak boleh ngomong gitu. Gak baik.” Ucap gue sambil mengelus kepalanya pake tongkat baseball.

Lalu dia melompat-lompat sambil menjawab, “I d*nt give a f*ck, bi*ch! I don’t-I don’t give a f*ck! Boom!”

Sesaat kemudian tongkat baseball yang tadi gue pegang retak, dan kepala tuh bocah keluar darah.

(more…)

Dari Kampus ke Korporasi

Masih ingat masa masa pasca kelulusan dan memasuki dunia kerja? Banyak orang mempunyai pengalaman yang unik. Tetapi  kebanyakan dari kita pasti yakin bahwa dunia kerja memang berbeda dengan dunia kampus. Ada beberapa lulusan yang langsung stres dengan tuntutan atasan, peraturan perusahaan, yang seolah membatasi kebebasannya berkreasi dan bergerak. Sementara si atasan di perusahaan juga melihat para “fresh grad” seperti mahluk dari dunia lain, beridentitas ‘gen Y’, dan tiba tiba mulai berkeluh kesah mengenai perbedaan generasi. Jadi sebenarnya jurang antara kampus dan korporasi itu memang nyata masih cukup dalam. Bukan saja para “fresh grad” yang setres, ternyata pihak atasanpun mengalami kesulitan. Kita lihat saja, perbedaan yang nyata, yaitu dalam soal pemanfaatan waktu. Ada yang terkejut karena tiba-tiba tidak perlu membawa ‘pe er’ lagi ke rumah, seperti jaman kuliah. Sebaliknya ada yang tidak terbiasa dengan bekerja terus menerus sepanjang tahun tanpa libur semester, akhir tahun yang panjang. Kitapun tahu bahwa ‘deadline’ tidak bisa diperlakukan  sembarangan.  Keketatan penggunaan waktu, dan perencanaan di tempat kerja, juga berbeda gaya.

(more…)