Month: February 2014

Karena Bu Risma

Kita butuh tulisan tulisan seperti ini, yang menjabarkan penjelasan dan alasan terkait perintah dan larangan di Al-Quran, sekaligus untuk menjawab pola pikir liberal dan semau gue yang menjangkiti sebagian besar masyatakat sekarang.

Islam is Fun

Bismillahirrahmanirrahim..

Oke, sebetulnya kontributor sontoloyo ini belum ijin sama empunya blog buat ngisi. Cuman desakan lingkungan *caelah* udah sangat kuat. (1) teman sebaya yang ngojok-ngojokin buat nulis di laman ini lagi; (2) kasus di lapangan *emang mau nulis apaan sampe bawa kasus segala* yang udah menggila, ntar diceritain; (3) abis nonton Mata Najwa edisi Bu Risma sampe meleleh air mata, jadi pengen berjuang bareng semampu yang saya bisa; (4) kemaren kakak kelas ngeshare video dan kayaknya saya nemu benang baru (dari kasus yang ntar saya ceritain) dan penting buat saya tulis ulang supaya bisa saya runut benangnya biar ga kusut dikepala (kepentingan pribadi).

videonya ada disini :

Cukup sekian aja yang bikin saya bulet untuk nulis lagi disini. Dan sebenernya saya rada2 ragu tadi, mau nulis disini atau di blog pribadi, tapi karena nilai yang saya bawa bakal kental banget dengan prinsip hidup, saya pilih disini karena saya memposisikan diri…

View original post 4,581 more words

Ibukota….

Disadari atau tidak, Jakarta adalah kota yang tidak layak tinggal. Para warganya lebih suka bersembunyi di dalam rumah, di gedung perkantoran, di mall-mall dan pusat perbelanjaan, dan di dalam mobil-mobil yang nyaman. Tidak heran jumlah peminat transportasi publik semakin berkurang. Ongkos yang mahal, waktu perjalanan yang tidak dapat diprediksi, keamanan yang tidak terjamin, kenyamanan yang hilang sama sekali, adalah sedikit di antara banyak alasan kenapa transportasi publik bukan pilihan. Sama seperti warganya, pemerintah bersikap tidak peduli. Mobil murah dijual, uang muka kredit sepeda motor dibuat murah, bensin disubsidi, semuanya memberi dampak bertambahnya kendaraan bermotor di jalan raya. Jumlah kendaraan  membludak, kemacetan di mana-mana, tingkat stress meningkat, jam perjalanan pulang-pergi semakin bertambah, waktu untuk keluarga dan kolega semakin berkurang. Sebenarnya keadaan yang terjadi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia saat ini bukanlah kondisi yang wajar. Namun, semuanya terjadi setiap hari. Bak rutinitas, yang tidak wajar menjadi wajar. Enam jam habis di jalan adalah hal yang biasa bagi sebagian warga ibukota.

Yunus Kuntawi Aji – Melihat Dari Sisi Yang Lain: Jokowi