wedding

Saya Terima Nikahnya

Beberapa tahun lalu saat saya masih muda (sekarang juga masih muda sih), saya selalu heran kenapa orang-orang saat akad nikah selalu bercerita tentang gugup dan tegangnya seorang laki-laki saat prosesi ijab qabul. Kepolosan dan kurangnya ilmu membuat saya bergumam “apa sih susahnya ngomong saya terima nikahnya doang? Kenapa hal sepele semacam itu sampai bikin orang-orang tegang dan harap harap cemas?”

Ternyata saat saya makin dewasa saya baru memahami bahwa sesungguhnya kata-kata saya terima nikahnya fulanah binti fulan itu bukan hanya sekadar kata tanpa makna. Saya terima nikahnya-lah yang menjadi penanda dan momentum berpindahnya tanggung jawab dunia dan akhirat seorang wanita dari ayahandanya ke suaminya. Saat sang awali berkata “saya nikahkan anak saya” sebenarnya maknanya adalah “saya lepaskan tanggung jawab saya dalam mendidik, melindungi, dan menghidupi anak ini dan saya pindahkan padamu.” Dan saat sang pria berkata “saya terima nikahnya”, artinya semua tanggungan istri, baik duniawi mulai dari nafkah sehari-hari, uang belanja bulanan, keperluan pribadi istri, tempat tinggal, pendidikan, dan tuntunan yang baik, hingga tanggung jawab akhirat mulai dari pahala dan dosa, halal dan haram menjadi tanggung jawab sang suami. Semua itu akan ditanggung suami, tanpa terkecuali. Dan suami harus siap menerima balasannya jika lalai. (more…)

Sepucuk Surat untuk Sang Pengantin Baru

Selamat malam, sob. Atau mungkin sekarang lebih pas ku panggil Bu. Hehe.

Sebelumnya mohon maaf, aku ndak bisa hadir di pesta pernikahanmu hari ini. Ijinkanlah tulisan ini menggantikan kehadiranku tadi. Tapi yang pasti, dimanapun aku, dimanapun kami teman-temanmu, yakinlah doa terbaik selalu terucap untukmu dan keluarga.

Melihat foto-foto yang dibagikan teman-teman, aku bisa merasakan betapa besarnya kebahagiaan yang pasti kalian berdua rasakan. Bahkan tidak sedikit, teman-teman, adik-adik yang dari jauh sengaja menyempatkan diri hadir di hari bahagiamu ini. Menunjukkan betapa kehadiranmu sudah begitu melekat dan berarti di hati mereka masing-masing. Di tulisan yang singkat ini, mungkin hanya doa yang bisa aku berikan. Doa kepada Sang Pencipta agar dirimu, suami, dan keluarga kecil kalian nanti selalu diberikan kekuatan, bimbingan, keberkahan, dan kebahagiaan dalam rangka menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. (more…)

Sepucuk Surat untuk Ridho dan Evi

Surabaya, 21 Juni 2014

Kepada Yth.

Mochammad Rashid Ridho dan Evi Nurul Arafah

Di tempat

Assalamualaikum Warahmatulah Wabarakatuh,

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, hari ini kalian telah selesai menyelenggarakan salah satu agenda besar dalam hidup kalian berdua. Mengucap janji sehidup semati pada sang belahan jiwa, berjanji di hadapan Allah untuk selalu menjaga, saling mencintai, saling bertanggung jawab satu sama lain. Hari ini para malaikat turun dan berkumpul mendoakan kebahagiaan dan kebaikan hidup kalian. Barakallah, semoga ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan hidup bersama yang akan kalian lalui berdua ke depannya.

Melalui surat ini, kami mewakili teman-teman 8IoS cabang Surabaya mengucapkan permohonan maaf sebesar-besarnya karena belum berkesempatan hadir dalam acara bahagia kalian hari ini. Namun, semoga untaian ungkapan dalam surat ini mampu menggantikan ketiadaan kehadiran raga kami disana. Melalui surat ini pula, ijinkan kami menuliskan beberapa harapan dari hati kami yang terdalam untuk kalian berdua.

Untuk Ridho, selamat menjalani peran dan tanggung jawab barumu sebagai seorang suami dan calon ayah nantinya. Siapkan tulang punggungmu, siapkan bahumu, kuatkan ragamu untuk selalu berdiri di garda terdepan melindungi dan menafkahi keluargamu. Karena sumber keberkahan dari seorang suami datang dari kerja keras yang ia lakukan untuk kebaikan keluarganya. Setiap tetes keringat yang jatuh karena kerja keras sang suami yang banting tulang mencari rezeki yang halal bagi anak istrinya akan menjadi penanda untuk selalu dilindungi dari api neraka. Berbahagialah, Dho. Ladang kebaikan dan keberkahan bagimu kini terbuka sangat lebar. Jadilah pemimpin, imam, partner, pasangan, guru terbaik untuk istrimu dan anak-anakmu kelak. (more…)