karakter

Bebas, tapi Tegas.

Kali ini saya akan cerita tentang keponakan saya lagi.

Minggu lalu adalah minggu pertama tahun ajaran baru untuk sebagian besar sekolah. Para orangtua sibuk mengantarkan anak-anaknya menjalani hari pertama . Tak sedikit yang mengajak sang anak ke sekolah dari dini hari buta agar dapat tempat duduk idaman. Semua bersemangat mengantarkan sang buah hati masuk sekolah. Tak terkecuali bagi keponakan saya yang minggu lalu resmi menjalani hari pertamanya sebagai siswa Taman Kanak-Kanak.

Ia akan bersekolah di salah satu TK di dekat rumah. Selama ini, ia biasanya banyak menghabiskan waktu di rumah, bermain bersama keluarga. Karena kedua orangtua nya sama-sama bekerja, selama di rumah biasanya ia ditemani oleh tante atau neneknya. Namun kali ini agak berbeda, mengingat tantenya sudah bekerja dan neneknya yang baru pulang sore, akhirnnya disepakati setelah pulang sekolah ia akan dititpkan sementara ke baby care di TK tersebut sampai sore, sampai ada orang rumah yang pulang. (more…)

Advertisements

Dari Kampus ke Korporasi

Masih ingat masa masa pasca kelulusan dan memasuki dunia kerja? Banyak orang mempunyai pengalaman yang unik. Tetapi  kebanyakan dari kita pasti yakin bahwa dunia kerja memang berbeda dengan dunia kampus. Ada beberapa lulusan yang langsung stres dengan tuntutan atasan, peraturan perusahaan, yang seolah membatasi kebebasannya berkreasi dan bergerak. Sementara si atasan di perusahaan juga melihat para “fresh grad” seperti mahluk dari dunia lain, beridentitas ‘gen Y’, dan tiba tiba mulai berkeluh kesah mengenai perbedaan generasi. Jadi sebenarnya jurang antara kampus dan korporasi itu memang nyata masih cukup dalam. Bukan saja para “fresh grad” yang setres, ternyata pihak atasanpun mengalami kesulitan. Kita lihat saja, perbedaan yang nyata, yaitu dalam soal pemanfaatan waktu. Ada yang terkejut karena tiba-tiba tidak perlu membawa ‘pe er’ lagi ke rumah, seperti jaman kuliah. Sebaliknya ada yang tidak terbiasa dengan bekerja terus menerus sepanjang tahun tanpa libur semester, akhir tahun yang panjang. Kitapun tahu bahwa ‘deadline’ tidak bisa diperlakukan  sembarangan.  Keketatan penggunaan waktu, dan perencanaan di tempat kerja, juga berbeda gaya.

(more…)

[Repost] Pelajaran dari Tanah Jerman

Tulisan ini disalin dari fanpage : Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia dengan saduran seperlunya.

Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup foya-foya.

Ketika saya tiba di Hamburg, saya bersama rekan-rekan masuk ke restoran. Kami lihat banyak meja kosong. Ada satu meja dmana sepasang anak muda sedang makan. Hanya ada dua piring makanan & dua kaleng minuman di meja mereka.

Saya bertanya dalam hati apa hidangan yang begitu sederhana dapat disebut romantis & apa si gadis akan meninggalkan si pemuda kikir tersebut?

Kemudian ada lagi beberapa wanita tua di meja lainnya. Ketika mkanan dihidangkan, pelayan membagi mkanan tersebut & mereka menghabiskan tiap butir makanan yg ada di piring mereka.

Karena kami lapar, rekan kami pesan lebih banyak makanan. Saat selesai, tersisa kira-kira sepertiganya yg tidak dapat kami habiskan di meja. Begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yg dari meja sebelah berbicara pada kami dalam bahasa Inggris, kami dan teman-teman paham bahwa mereka tidak senang kami memubadzirkan makanan. (more…)