kerja

ICU, Kelabu, dan Kenanganmu.

*foto di atas hanya ilustrasi*

Pagi ini, saya main ke ICU untuk cek progress implementasi ISO 9001 di unit tersebut. Saat sedang interview dengan perawat, saya observasi keadaan dan situasi di ruang ICU. Di sana saya melihat ada dua orang pasien. Satu orang ditunggui oleh dua orang, pria dan wanita. Sementara satu lagi sendiri hanya dijaga oleh seorang perawat lain. Saya perhatikan lagi wajah kedua orang penunggu ini begitu sedih dan gusar. Si pria berulang kali tertunduk sedih, si wanita menangis dan hampir selalu memeluk pasien.

Melihat hal ini, saya bertanya “Bu, itu pasiennya memang ada yang jaga ya? Bukannya di aturan ruang ICU tidak boleh ada yang jaga?”. Perawat menjawab “Benar Pak, tapi untuk kasus-kasus khusus seperti kondisi pasien terminal, kritis, yang harapan hidupnya sudah tipis, kami memberikan kesempatan keluarga untuk menunggu hingga detik-detik terakhir pasien tidak ada. Di samping memberikan dukungan psikologis juga agar keluarga tidak denial saat mendengar kabar pasien tidak ada”. Dalam hati saya berharap semoga si pasien dapat diberikan kesembuhan, mengingat saya juga pernah ada di posisi keluarganya.

Siang hari, beberapa kali saya melewati ruang tunggu ICU, tampak semakin banyak orang yang menunggu, wajah mereka murung, sedih. Dalam hati saya berkata mungkin mereka keluarga orang yang tadi saya lihat di ruang ICU tadi. Dan sore tadi, tepat saat maghrib saat sedang melintas di lorong saya berpapasan dengan sebuah keranda keluar dari ruang jenazah. Rupanya hari ini adalah pertemuan pertama dengan sang pasien, pertemuan pertama di hari terakhirnya di dunia. Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga keluarga yang ditinggal diberikan ketabahan dan kesabaran.

Jadi semakin inget kamu Pa. 😦

Kerja Itu…

“Menurutku, kerja itu bukan masalah kita dateng, ngerjain apa yang kita kerjain, digaji.

Bukan.
Menurutku, waktu kita kerja, itu waktu dimana kita harus bisa dan mau belajar lebih lagi. Karena aku sadar, dunia kerja beda jauh sama kuliah. Banyak hal-hal yang ga kita dapet di kuliah.

Makanya aku selalu niatkan ini buat terus belajar. Buat terus cari tau apa yang belum aku tau.

Dan aku juga harus bisa tanggung jawab sama apa yang aku lakuin. Karena sekarang, aku bawa nama baikku, nama baik atasanku, nama baik perusahaan, nama baik kampus.

Aku yakin kok akan ada balasan di setiap keseriusan kita.

Allah yang atur, Allah ga pernah tidur.

Allah Maha Tahu, Allah Maha Adil.”

– dari seseorang yang spesial di hati

Mengenal Tahapan-Tahapan Seleksi Kerja

“Mas Diaz, mau tanya kalau interview kerja itu biasanya ditanyain apa aja sih ?”

Beberapa hari yang lalu saya di-bbm salah seorang adek kelas saya. BBM yang persis seperti kutipan di atas. Dia adalah seorang mahasiswa tingkat akhir yang memang baru akan memulai petualangan menjadi jobseeker.

Mencari pekerjaan, bagi para mahasiswa tingkat akhir, fresh graduate, atau bahkan para karyawan baru bisa jadi adalah suatu rutinitas penting yang harus dijalani. Motivasi untuk segera berpenghasilan, segera mandiri dan membahagiakan keluarga adalah beberapa factor yang mendorong para jobseeker untuk terus bergerilya dari satu jobfair ke jobfair lain, dari satu job vacancy ke job vacany lain, sampai pada akhirnya mendapatkan pekerjaan yang diimpikan.

Bicara soal mencari pekerjaan tentunya erat kaitannya dengan seleksi kerja yang harus dilalui. Proses seleksi saat mencari kerja memang sangat berbeda dengan seleksi-seleksi yang dulu pernah dilalui saat sekolah ataupun kuliah. Di samping terdiri dari beberapa tahapan yang cukup banyak, banyak faktor X yang menentukan keberhasilan seseorang dalam seleksi kerja. Tapi yang pasti, dibutuhkan persiapan yang matang dan pemahaman yang mendalam agar bisa sukses seleksi kerja. Dalam artikel ini, kita akan berkenalan dengan tahapan-tahapan seleksi kerja yang umum dilakukan sebuah perusahaan, hal-hal apa yang perlu diketahui dalam tiap tahapan, dan kiat-kiat bagaimana melaluinya dengan baik. Artikel ini bersifat umum, pembahasan lebih detail dan teknis terkait masing-masing tahapan seleksi akan dibahas pada artikel lain. (more…)