ironi

Bagaimana Logika Orang Indonesia?

Tulisan ini saya salin dari http://nasionalis.me/2014/05/logika-orang-indonesia-makin-miskin-makin-benar/

Sebuah tulisan yang sungguh menarik, membahas bagaimana kesalahan berpikir dan berlogika orang Indonesia dalam bermasyarakat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan mencerahkan.


Indonesia itu unik. Cara berpikir kita terlalu sinetron karena memang dipengaruhi sinetron. Ambisi ingin menjadi kaya raya, tapi ketika berbicara dan bertindak seolah miskin. Saya jadi ingat ketika Ahmadinejad masih memimpin sebagai pemimpin Iran, banyak sekali orang kita yang bilang: wah kalau pemimpin hebat itu ya seperti Ahmadinejad. Mengapa banyak yang bilang demikian? Karena Ahmadinejad memakai baju bolong-bolong, pernah sholat di pinggir jalan, makan-makanan sederhana. Wah, menjadi pemimpin hebat ternyata mudah ya. Padahal kalau dipikir-pikir, Iran di bawah pemerintahan dia yang egois dan ekstrim, makin dikucilkan. Ekonomi morat marit, inflasi tinggi, industri dalam negeri Iran juga banyak yang mati. Hehe.

Yah, sebagian kita yang tadinya simpatik ke Ahmadinejad akhirnya antipati juga sih. Eh tapi bukan karena ketidakbecusan kepemimpinan dia loh. Tapi karena dia seorang Syiah. Walah… Alasan memuja tidak substansial, alasan membenci juga tidak substansial. (more…)

Advertisements

Gratis.

Hari ini semua orang di Surabaya mengutuk Ice Cream Walls.

Gimana engga ? Hanya dalam waktu kurang lebih 1 jam, taman kebanggaan warga Surabaya, Taman Bungkul berubah dari taman terbaik sedunia menjadi semak belukar terbaik sedunia.

Hari ini, Minggu 11 Mei 2014 Walls mengadakan Walls Ice Cream Day serentak di beberapa kota di Indonesia, tidak terkecuali Surabaya. Diadakan di Taman Bungkul, dalam acara ini Walls membagi-bagikan es krim GRATIS bagi seluruh warga Surabaya yang datang dengan syarat memakai baju warna merah.

Kenapa saya caps lock kata GRATIS ? Karena dari kata inilah petaka bagi Taman Bungkul bermula.

GRATIS, magnet bagi siapapun yang melihatnya, khususnya buat orang Indonesia.

Apapun barangnya, mahal atau tidak, biasa atau tidak, asal GRATIS pasti akan menarik minat untuk berbondong-bondong mendapatkannya.

Sudah sering kita dengar berita pembagian sembako GRATIS yang selalu dibanjiri masyarakat. Baik yang benar-benar kurang mampu atau (mendadak merasa) kurang mampu. Dan sedihnya, setiap ada pembagian sembako GRATIS hampir selalu ada masalah disana. Mulai dari desak-desakan, rebut-rebutan, dorong-dorongan, ga kebagian sembako, hingga yang paling parah jatuhnya korban jiwa karena terinjak-injak.

Ga bisa dipungkiri, sebagian besar dari kita dididik sejak kecil untuk mengaplikasikan salah satu hukum ekonomi paling mendasar, menekan pengeluaran sekecil-kecilnya. Sayangnya, penerapan hal ini cenderung ke arah yang salah, kita cenderung jadi pelit, dan cenderung seneng dan bangga kalo dapet barang GRATISan. Sebenernya hal ini ga sepenuhnya salah jika hanya sekali dua kali, namun jika dibiarkan terus-terusan, ini akan menjadi kebiasaan, akan menjadi karakter kita sendiri.

(more…)

Balada Kegagalan

Hari ini untuk kesekian kalinya saya kembali gagal.

Entah untuk keberapa kalinya.

Rupanya, persiapan, usaha, doa saya masih belum cukup.

Memang, kegagalan selalu menimbulkan rasa kekecewaan yang mendalam.

Apalagi jika kita sudah mengorbankan banyak hal untuk membuatnya berhasil, dan teriring ekspektasi yang sangat besar padanya.

Entah sampai kapan saya harus kembali merasakan ini semua.

Semoga selalu diberikan kekuatan dan hikmah dari perjalanan ini.

10 Mei 2014 Pukul 23.15 WIB

Sebuah Balada Kegagalan