Month: September 2017

Jangan Kabur, Xcalibur !

Tulisan ini ditujukan khusus kepada rekan-rekan Xcalibur, angkatan pemandu kesepuluh Fakultas Teknologi Informasi ITS yang baru saja menyelesaikan pelatihannya kemarin.

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Halo teman-teman Xcalibur. Salam kenal. Perkenalkan, nama saya Diaz. Alumni Sistem Informasi yang saat kuliah dulu berkesempatan menjadi seorang pemandu. Sebelumnya mohon maaf saya tidak bisa memenuhi undangan panitia PP LKMM X kemarin dan bertatap muka dengan rekan-rekan semua. Namun semoga tulisan ini cukup untuk menggantinya. Tak terasa ya, sudah angkatan kesepuluh saja. Padahal rasanya baru kemarin saya mengikuti pelatihan pemandu FTIF angkatan kedua. Nama angkatan kami adalah Rocks. Nama yang cukup simpel dibandingkan dengan nama kalian yang jauh lebih keren. Btw, makin kesini nama angkatan pemandu kok makin susah diucapkan ya? Hehe. Semoga nama yang makin keren ini juga diikuti dengan sepak terjang dan kontribusi yang makin keren juga.

Pertama-tama saya ucapkan selamat kepada rekan-rekan sekalian yang baru saja resmi dinobatkan sebagai generasi terbaru pemandu FTIF. Tongkat estafet telah diberikan. Amanah baru telah kalian emban. Kepercayaan telah kalian terima. Mulai hari ini, sikap, perilaku, dan perbuatan kalian akan lebih diperhatikan orang lain. Identitas pemandu akan selalu dipertaruhkan dalam keseharian kalian. Sudah siapkah kalian menjadi teladan bagi sekitar? (more…)

Advertisements

Refleksi Akhir Tahun (Hijriah)

Baik, hari ini saya akan sedikit berbagi tentang refleksi selama setahun ini.

Baru tanggal 20 September kok uda bikin refleksi akhir tahun?

Iya, karena ini refleksi akhir tahun hijriah. InsyaAllah besok, tanggal 21 September, akan bertepatan dengan tanggal 1 Muharram 1439 H. Hari pertama di tahun baru 1439 H.

Sesuai dengan judulnya, konteks refleksi yang akan dibahas dalam tulisan kali ini akan lebih menyoroti dari sisi keislaman, spiritual, akidah, ibadah, dan iman. Jadi kalau refleksi soal keduniawian, kita akan bahas InsyaAllah di refleksi akhir tahun masehi di tanggal 31 Desember. Hehe. (more…)

Bakwan.

Di suatu minggu siang yang terik,

 

Sari (S): Kamu mau makan siang apa?

Diaz (D): Di dekat sini memangnya ada jual makanan apa?

S: Macem-macem sih. Ada pangsit, bakwan, nasi sop, cap cay, makanan-makanan rumahan gitu, pecel, sama gado-gado.

*teng teng teng*

S: *berlari melihat jendela*

D: Itu orang jual apa? Bakso ya?

S: Lontong Balap. Kamu mau ta?

D: Engga deh.

S: Kamu mau bakso?

D: Engga. Kalau mau bakso mah, tinggal beli di sebelah rumah aja. Yang jualan pangsit juga itu loh.

S: Itu mah bakwan kali.

D: Bukannya itu bakso. Emang bedanya bakso sama bakwan apa?

S: Ya beda. Kalau bakwan dia ga pakai mie. Kalau bakso baru pakai mie.

D: Oh gitu. Kalau waktu aku kecil dulu di Medan, yang namanya bakwan itu ote-ote kalau disini. Disini malah jadi nama bakso.

…………. *hening sejenak*

D: Tapi tau ga? Yang lain boleh bakwan. Tapi kalau bagi aku, kamu itu The One.

S: HAHAHAHA *ketawa ngakak sambil nguyel-nguyel muka aing*