pendidikan

Bebas, tapi Tegas.

Kali ini saya akan cerita tentang keponakan saya lagi.

Minggu lalu adalah minggu pertama tahun ajaran baru untuk sebagian besar sekolah. Para orangtua sibuk mengantarkan anak-anaknya menjalani hari pertama . Tak sedikit yang mengajak sang anak ke sekolah dari dini hari buta agar dapat tempat duduk idaman. Semua bersemangat mengantarkan sang buah hati masuk sekolah. Tak terkecuali bagi keponakan saya yang minggu lalu resmi menjalani hari pertamanya sebagai siswa Taman Kanak-Kanak.

Ia akan bersekolah di salah satu TK di dekat rumah. Selama ini, ia biasanya banyak menghabiskan waktu di rumah, bermain bersama keluarga. Karena kedua orangtua nya sama-sama bekerja, selama di rumah biasanya ia ditemani oleh tante atau neneknya. Namun kali ini agak berbeda, mengingat tantenya sudah bekerja dan neneknya yang baru pulang sore, akhirnnya disepakati setelah pulang sekolah ia akan dititpkan sementara ke baby care di TK tersebut sampai sore, sampai ada orang rumah yang pulang. (more…)

Advertisements

5 Hal yang Harus Anda Lakukan saat Kerja Praktek

Semester ini akan segera berakhir. Bagi Anda mahasiswa tahun ketiga, bisa jadi ini menandakan satu hal. Waktunya Kerja Praktek (KP). KP atau biasa disebut Kapita Selekta / Praktek Kerja Lapangan sendiri adalah satu satu media yang biasa dilakukan oleh perguruan tinggi untuk memberikan kesempatan para mahasiswanya merasakan langsung praktek keilmuan mereka di dunia kerja. Berbeda dengan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang biasanya dilakukan di desa-desa dan beramai-ramai oleh mahasiswa lintas jurusan, KP biasanya dilakukan dengan magang pada posisi tertentu di perusahaan-perusahaan. Selain bertujuan memberikan pengalaman dunia kerja, KP biasanya dijadikan sarana untuk mengetahui keterkaitan antara ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dan implementasinya di dunia kerja. Karena fungsi KP ini sendiri cukup penting, ada beberapa hal yang kayaknya penting banget Anda lakukan saat KP. Apa aja ? Langsung aja deh dicek di TKP.

Ya pokoknya jangan sampe kayak gini lah

(more…)

Mengapa Potret Negeri Kita Jadinya Seperti Ini ?

Di jalan raya banyak motor dan mobil saling menyalip satu sama lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih cepat dan bukan menjadi lebih sabar, mereka dididik untuk menjadi yang terdepan dan bukan yang tersopan.

Di jalanan pengendara motor lebih suka menambah kecepatannya saat ada orang yang ingin menyeberang jalan dan bukan malah mengurangi kecepatannya.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak kita setiap hari diburu dengan waktu, di bentak untuk bergerak lebih cepat dan gesit dan bukan di latih untuk mengatur waktu dengan sebaik-baiknya dan dibuat lebih sabar dan peduli.

Di hampir setiap instansi pemerintah dan swasta banyak para pekerja yang suka korupsi.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah anak-anak di didik untuk berpenghasilan tinggi dan hidup dengan kemewahan mulai dari pakaian hingga perlengkapan dan bukan di ajari untuk hidup lebih sederhana, ikhlas dan bangga akan kesederhanaan.

Di hampir setiap instansi sipil sampai petugas penegak hukum banyak terjadi kolusi, manipulasi proyek dan anggaran uang rakyat
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan di sekolah mereka dididik untuk menjadi lebih pintar dan bukan menjadi lebih jujur dan bangga pada kejujuran.

Di hampir setiap tempat kita mendapati orang yang mudah sekali marah dan merasa diri paling benar sendiri.
Mengapa..?
Kerena dulu sejak kecil dirumah dan disekolah mereka sering di marahi oleh orang tua dan guru mereka dan bukannya diberi pengertian dan kasih sayang.

Di hampir setiap sudut kota kita temukan orang yang tidak lagi peduli pada lingkungan atau orang lain.
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka dididik untuk saling berlomba untuk menjadi juara dan bukan saling tolong-menolong untuk membantu yang lemah.

Di hampir setiap kesempatan termasuk di face book ini juga selalu saja ada orang yang mengkritik tanpa mau melakukan koreksi diri sebelumnya.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah anak-anak biasa di kritik dan bukan di dengarkan segala keluhan dan masalahnya.

Di hampir setiap kesempatan kita sering melihat ada orang “ngotot” dan merasa paling benar sendiri.
Mengapa..?
karena dulu sejak kecil di rumah dan sekolah mereka sering melihat orang tua atau gurunya “ngotot” dan merasa paling benar sendiri.

Di hampir setiap lampu merah dan rumah ibadah kita banyak menemukan pengemis
Mengapa..?
Karena dulu sejak kecil di rumah dan disekolah mereka selalu diberitahu tentang kelemahan2 dan kekurangan2 mereka dan bukannya di ajari untuk mengenali kelebihan2 dan kekuatan2 mereka.

Jadi sesungguhnya potret dunia dan kehidupan yang terjadi saat ini adalah hasil dari ciptaan kita sendiri di rumah bersama-sama dengan dunia pendidikan di sekolah.

Jika kita ingin mengubah potret ini menjadi lebih baik, maka mulailah mengubah cara mendidik anak-anak kita dirumah dan disekolah tempat khusus yang dirancang bagi anak untuk belajar menjadi manusia yang berakal sehat dan berbudi luhur.

Di olah kembali dari tulisan George Carlin seorang Comedian pemerhati kehidupan.

Tulisan diambil dari facebook fanpage Komunitas Ayah Edy.