berani

Bukan Sebuah Akhir, Ini Sebuah Awal

unnamed

Teman-teman Relawan Turun Tangan yang baik,

Alhamdulillah, saya menulis email ini dalam keadaan sehat wal afiat, bersemangat dan penuh rasa syukur. Semoga saat email ini sampai, Anda juga dalam keadaan sehat wal afiat.

Kita baru saja menyudahi sebuah fase perjuangan. Kita jalani dengan cara terhormat. Perjuangan bersama ini terasa cemerlang, bukan karena sorot lampu terang penuh rupiah. Perjalanan ini cemerlang karena kristal keringat relawan di seluruh negeri, karena sorot mata dan hati yang tulus. Ini yang membuat kita harus makin bersyukur.

Relawan Nol Rupiah hadir di saat Indonesia dibanjiri dengan politik uang. Hingga begitu banyak kiprah di politik yang dijadikan mata pencaharian. Di arena politik itulah keputusan tentang pangan, pendidikan, kesehatan, perekonomian dan sederet urusan penting lainnya dibuat. Tetapi ide dan semangat kerelawanan itu sering tersingkirkan dalam sebuah ikhtiar politik.

Di sini kita kembalikan semangat itu. Anda adalah bukti otentik bahwa tetap banyak anak bangsa yg tidak bisa dirupiahkan, yang bisa menjaga harga dirinya. Seperti yang sering dikatakan bahwa relawan tidak dibayar, bukan karena tak bernilai tetapi karena tak ternilai. (more…)

Ibukota….

Disadari atau tidak, Jakarta adalah kota yang tidak layak tinggal. Para warganya lebih suka bersembunyi di dalam rumah, di gedung perkantoran, di mall-mall dan pusat perbelanjaan, dan di dalam mobil-mobil yang nyaman. Tidak heran jumlah peminat transportasi publik semakin berkurang. Ongkos yang mahal, waktu perjalanan yang tidak dapat diprediksi, keamanan yang tidak terjamin, kenyamanan yang hilang sama sekali, adalah sedikit di antara banyak alasan kenapa transportasi publik bukan pilihan. Sama seperti warganya, pemerintah bersikap tidak peduli. Mobil murah dijual, uang muka kredit sepeda motor dibuat murah, bensin disubsidi, semuanya memberi dampak bertambahnya kendaraan bermotor di jalan raya. Jumlah kendaraan  membludak, kemacetan di mana-mana, tingkat stress meningkat, jam perjalanan pulang-pergi semakin bertambah, waktu untuk keluarga dan kolega semakin berkurang. Sebenarnya keadaan yang terjadi di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia saat ini bukanlah kondisi yang wajar. Namun, semuanya terjadi setiap hari. Bak rutinitas, yang tidak wajar menjadi wajar. Enam jam habis di jalan adalah hal yang biasa bagi sebagian warga ibukota.

Yunus Kuntawi Aji – Melihat Dari Sisi Yang Lain: Jokowi