Saya Terima Nikahnya

Beberapa tahun lalu saat saya masih muda (sekarang juga masih muda sih), saya selalu heran kenapa orang-orang saat akad nikah selalu bercerita tentang gugup dan tegangnya seorang laki-laki saat prosesi ijab qabul. Kepolosan dan kurangnya ilmu membuat saya bergumam “apa sih susahnya ngomong saya terima nikahnya doang? Kenapa hal sepele semacam itu sampai bikin orang-orang tegang dan harap harap cemas?”

Ternyata saat saya makin dewasa saya baru memahami bahwa sesungguhnya kata-kata saya terima nikahnya fulanah binti fulan itu bukan hanya sekadar kata tanpa makna. Saya terima nikahnya-lah yang menjadi penanda dan momentum berpindahnya tanggung jawab dunia dan akhirat seorang wanita dari ayahandanya ke suaminya. Saat sang awali berkata “saya nikahkan anak saya” sebenarnya maknanya adalah “saya lepaskan tanggung jawab saya dalam mendidik, melindungi, dan menghidupi anak ini dan saya pindahkan padamu.” Dan saat sang pria berkata “saya terima nikahnya”, artinya semua tanggungan istri, baik duniawi mulai dari nafkah sehari-hari, uang belanja bulanan, keperluan pribadi istri, tempat tinggal, pendidikan, dan tuntunan yang baik, hingga tanggung jawab akhirat mulai dari pahala dan dosa, halal dan haram menjadi tanggung jawab sang suami. Semua itu akan ditanggung suami, tanpa terkecuali. Dan suami harus siap menerima balasannya jika lalai.

Saya terima nikahnya mungkin hanya kalimat yang terdiri dari beberapa kata. Namun makna yang terkandung di dalamnya sungguh luar biasa. Semua kelalaian, kekhilafan, dan dosa yang dilakukan istri, mulai dari tidak menutup aurat, meninggalkan shalat, bergunjing, hingga dosa-dosa lain ditanggung suami.  Kolom penanggung jawab di buku catatan amal istri berubah keterangannya dari ayah menjadi suami. Arsy’ Allah berguncang karena perjanjian yang teramat berat amanahnya ini, sebagaimana perjanjian ini disaksikan para malaikat di segenap penjuru langit.

Terbayang di benak saya, bagaimana keadaan di hari pengadilan kelak. Saat semua perbuatan dipertanyakan oleh hakim yang Maha Adil. Amal perbuatan istri, amal perbuatan anak-anak semua akan dipertanyakan dan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Tuhan. Tatkala mulut tak bisa berkata, giliran kaki dan tangan yang memberi kesaksian. Dan tatkala ada dosa yang tak mampu lagi ditutupi, maka suami lah yang memikul tanggung jawab itu dan yang akan menerima balasannya.

Maka dari itu, mulai beberapa tahun ke belakang. Saya mulai memandang prosesi ijab qabul dalam perspektif yang berbeda. Saya mulai menaruh hormat mendalam pada para lelaki yang berani untuk memikul tanggung jawab teramat berat ini. Saya mulai menyadari bahwa ijab qabul, akad nikah adalah prosesi yang jauh lebih utama dibandingkan resepsi. Saya makin hormat pada mereka yang sukses membangun rumah tangganya, bukan hanya berbalut materi, namun juga dilandasi dengan tuntunan agama nan syari dan ajaran Ilahi. Saya makin yakin bahwa parameter keberhasilan rumah tangga bukanlah seberapa indah rumah yang ditinggali, seberapa bagus mobil yang dinaiki, seberapa banyak destinasi wisata yang pernah dikunjungi, namun jauh lebih sederhana dari itu, keberhasilan rumah tangga adalah tentang seberapa patuh tingkah laku kita pada perintah Ilahi dan tuntunan Nabi.

Untuk para lelaki, semoga kita semua dimampukan Allah untuk menjadi suami dan calon suami yang amanah, dan memahami dengan jelas lingkup amanah yang perlu dibawa. Makin dipahamkan Allah bahwa kesuksesan suami bukan dari seberapa baik status sosial keluarga kita di masyarakat, tapi dari segi seberapa baik adab dan akhlak keluarga. Dihindarkan Allah dari sifat zhalim dan semena-mena. Dijauhkan dari sifat sombong dan merasa lebih mulia dari istri. Dimampukan Allah untuk mendahulukan kewajiban sebelum menuntut hak. Dan diberi kesempatan untuk menjadi suami dan calon suami idaman yang dirindukan surga. Aamiin.

Advertisements

3 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s