No Spoiler Review Spider-Man : Homecoming, A Really Fresh Spidey’s Homecoming to MCU.

2 tahun lalu, jagad perfilman superhero terguncang hebat. Setelah menunggu bertahun-tahun akhirnya mimpi para penggemar komik dan film superhero untuk menyaksikan Spider-Man beraksi bersama para anggota Avengers dan tokoh Marvel lainnnya akhir terealisasi. Sebuah mimpi yang sepertinya hanya akan jadi angan-angan, namun akhirnya menjadi kenyataan melalui kesepakatan Sony Pictures dan Marvel Studios untuk berbagi hak dalam menampilkan Spidey di layar lebar dalam semesta dunia Marvel (MCU). Dan setelah debut yang cukup impresif dalam Captain America : Civil War (2016), akhirnya kemarin saya berkesempatan menyaksikan installment pertama Spider-Man dalam Marvel Cinematic Universe yaitu Spider-Man : Homecoming.

Sesuai dengan sub judulnya -Homecoming-, tema besar yang diangkat dalam installment ini adalah “kembalinya” Spidey ke jagad dunia Marvel. Berbeda dengan Spider-Man Tobey Maguire dan Andrew Garfield yang menampilkan sosok Peter Parker yang lebih dewasa, film ini menghadirkan Tom Holland sebagai Peter Parker pada usia yang lebih muda, tepatnya pada usia sekolah SMA. Cerita yang dihadirkan pun adalah kelanjutan langsung dari Civil War, dimana setelah beraksi melawan Tim Cap bersama Tim Iron Man, Peter kembali ke Queens untuk kembali melanjutkan aksinya sebagai manusia laba-laba, kali ini dengan beberapa upgrade pemberian dan mentoring dari Tony Stark. Sebagai seorang remaja yang baru saja terbang tinggi karena telah merasa menyelamatkan dunia, Peter merasa kehidupannya sebagai seorang pelajar biasa sangatlah membosankan. Namun ketika muncul villain baru dengan teknologi yang tak pernah dipakai sebelumnya, Peter harus membuktikan kalau dia layak menjadi anggota Avengers yang baru.

Sebagai sebuah cerita yang sudah diceritakan 3 kali selama 15 tahun terakhir, tentunya Homecoming akan selalu dibandingkan dengan installment-installment Spider-Man sebelumnya. Terlebih jika Anda membandingkan film ini dengan versi Tobey Maguire, dimana versi ini lah yang paling banyak membekas di hati penonton, mungkin sedikit banyak Anda akan kecewa. Homecoming menawarkan perspektif baru dalam penceritaan Peter Parker dan sepak terjangnya sebagai manusia laba-laba. Disini ia adalah pahlawan baru, belum terlalu menguasai dan terampil dengan kemampuan superheronya. Disini ia juga anak sekolah, sehingga konflik yang dihadirkan pun juga adalah konflik anak sekolah, seperti percintaan, persaingan, dan pengakuan diri. Ia juga tidak berjuang sendiri di universe ini, melainkan sudah ada para anggota Avengers dan para superhero lainnya, dan ia mengidolai mereka. Inti dari cerita Homecoming sebenarnya adalah bagaimana Spidey menyeimbangkan aktifitas barunya sebagai superhero dengan kehidupan normalnya di sekolah, dan perjuangannya membuktikan ia layak menjadi seorang superhero yang diakui hero lainnya.

Kelebihan dari Homecoming adalah perspektif baru yang ditawarkan. Ingat ini adalah film tentang anak sekolah dengan kemasan superhero, bukan sebaliknya. Dan perubahan penceritaan ini terbukti fresh. Tom Holland mampu menunjukkan karakter Peter Parker di masa mudanya, yang jenius, geek, nerd, namun tetap alay, tengil, dan pecicilan. Michael Keaton selaku pemeran Adrian Toomes (The Vulture) jujur mampu membalikkan rasa skeptis saya di awal. Keaton mampu menghadirkan sosok penjahat dengan motif yang sangat manusiawi, dapat dipahami, sekaligus mampu membuat kita terintimidasi dengan aura kengerian yang dibangun. Ada satu scene di film yang benar-benar membuat saya bergidik dengan akting Keaton yang brilian. Marisa Tomei sebagai Aunt May? Ah sudahlah, benar-benar AuntMay-zing. Special credit untuk Jacob Batalon, pemeran Ned Leeds yang mampu membawakan perannya sebagai sidekick Spidey yang asik dan menarik. Selain itu, karena ini film pertama yang menjadi gong pembuka bergabungnya Spidey ke ranah MCU, banyak sekali easter egg MCU yang dimasukkan disini. Alur ceritanya meskipun ringan, namun tetap ada twist yang menarik di akhirnya. Dan satu lagi, meskipun banyak easter egg MCU yang dimasukkan, tidak membuat porsi petunjuk cerita Spidey ke depannya minim. Malah banyak sekali petunjuk, referensi dari dunia Spider-Man yang dimasukkan namun tetap menjaga keutuhan cerita awal tanpa terkesan dipaksakan. Satu hal yang menjadi masalah di installment terakhirnya.

Kekurangan dari film ini mungkin lebih ke timelinenya yang agak membingungkan, apakah langsung berlanjut setelah Civil War atau berjarak beberapa tahun setelahnya, karena banyak referensi waktu yang saya masih agak bingung bagaimana menyinkronisasinya. Selain itu mungkin karena dibandingkan dengan kedua film sebelumnya yang menunjukkan bagaimana Peter berjuang sendiri dalam membuat kostum dan berlatih mengasah keterampilannya, Peter di film ini terkesan tidak bisa apa-apa tanpa suit pemberian Tony Stark, meskipun sebenarnya hal ini wajar mengingat usianya yang masih muda dan terjawab di final battle filmnya. Terakhir, beberapa waktu ke belakang Marvel memang menggalakkan promosi keberagaman dalam komik dan filmnya, hal ini terlihat dari beberapa pemeran dalam film ini yang begitu berwarna. Sayangnya untuk beberapa karakter, perbedaan antara penggambaran aslinya di komik dan pemeran di film jadi terkesan kurang pas. Bukan bermaksud rasialis, namun karena memang begitu ikonik tokoh tersebut di komik, sehingga butuh waktu bagi penonton untuk terbiasa.

Bagi yang sudah antipati duluan sama filmnya karena liat trailernya yang katanya uda spoiler sama alur filmnya, atau khawatir filmnya jadi Iron Man 4 saking dominannya Iron Man di marketing materialnya jangan khawatir, masih banyak hal hal yang cuma bisa diliat di film dan porsi terbanyak masih tetap dipegang Spidey. Terakhir, jangan lewatkan dua post credit scene nya apalagi yang terakhir. JANGAN!

Saran saya bagi rekan-rekan yang belum menonton filmnya, jangan terlalu termakan hype orang-orang yang ngereview film ini di internet. Karena takutnya ekspektasi saat menonton terlalu tinggi dan akhirnya malah ngerasa filmnya ga sesuai ekspekstasi. Langsung tonton aja, tanpa ekspektasi, ga usah terlalu mikirin easter egg dan petunjuk apa saja yang muncul, nikmati aja filmnya. Dijamin bakal lebih menikmati.

Akhir kata, Spider-Man Homecoming adalah sajian terbaru Spider-Man dalam lingkup Marvel Cinematic Universe yang segar dan sayang untuk dilewatkan. Skor akhir dari saya : 8/10.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s